SAMARINDA - Upaya
Badan Penelitian Pembangunan Daerah (Balitbangda) Kaltim dalam
mewujudkan Kaltim menjadi provinsi lumbung energi terkemuka nampaknya
menjadi agenda lanjutan di 2012 nanti. Karena itu, beberapa kajian
dilakukan terkait penelitian potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kaltim untuk
menjadi sumber energi, diantaranya air, angin. Sedangkan potensi energi
nuklir tetap menjadi agenda, namun alternatif terakhir jika sudah tak
ada potensi yang dapat menghasilkan energi. Demikian diungkapkan Kepala
Balitbangda Kaltim Syachrumsyah Asri kepada Koran Kaltim kemarin.
“Tahun 2012, kajian prioritas kami lakukan tetap terfokus pada persoalan Kaltim sebagai sumber energi nasional. Salah satu yang dilakukan adalah mengkaji berbagai potensi yang ada di Kaltim untuk dijadikan sumber energi listrik. Seperti air, angin dan nuklir,” katanya.
Ia menjelaskan, alasan mendasar penelitian dilakukan tak lain sesuai dengan visi Kaltim sebagai provinsi lumbung energi nasional. Saat ini sedang dilakukan identifikasi data akan dikaji dan dielaborasi menjadi energi. Sehingga Kaltim memiliki sumber energi lain dan tak bergantung pada energi yang ada dan tak dapat diperbaharui yakni menggunakan bahan bakar minyak.
“Selama ini pembangkit listrik hanya mengandalkan sumber diesel, jadi data-data yang ada akan dikaji dan dihimpun untuk menjadi energi,” singkatnya.
Terkait potensi energi nuklir, ia mengaku tetap menjadi agenda kajian lanjutan di 2012. Meskipun tak menjadi skala prioritas dalam penerapan sumber energi di Kaltim. Karena beberapa potensi lain akan dikembangkan selain nuklir, namun kajian terhadap potensi nuklir tetap harus dilakukan guna mengetahui kemungkinan dalam penerapannya.
“Kalau nuklir memang masuk agenda, tapi sepanjang masih ada potensi selain nuklir, maka kita akan maksimalkan potensi yang ada. Tapi, kajian untuk 100 tahun kedepan boleh saja dikaji, meskipun sepanjang masih ada yang lain, kenapa harus nuklir. Kalau memang sudah tidak ada lagi potensi yang lain, kenapa tidak menggunakan nuklir,” tambahnya.
SUMBER
“Tahun 2012, kajian prioritas kami lakukan tetap terfokus pada persoalan Kaltim sebagai sumber energi nasional. Salah satu yang dilakukan adalah mengkaji berbagai potensi yang ada di Kaltim untuk dijadikan sumber energi listrik. Seperti air, angin dan nuklir,” katanya.
Ia menjelaskan, alasan mendasar penelitian dilakukan tak lain sesuai dengan visi Kaltim sebagai provinsi lumbung energi nasional. Saat ini sedang dilakukan identifikasi data akan dikaji dan dielaborasi menjadi energi. Sehingga Kaltim memiliki sumber energi lain dan tak bergantung pada energi yang ada dan tak dapat diperbaharui yakni menggunakan bahan bakar minyak.
“Selama ini pembangkit listrik hanya mengandalkan sumber diesel, jadi data-data yang ada akan dikaji dan dihimpun untuk menjadi energi,” singkatnya.
Terkait potensi energi nuklir, ia mengaku tetap menjadi agenda kajian lanjutan di 2012. Meskipun tak menjadi skala prioritas dalam penerapan sumber energi di Kaltim. Karena beberapa potensi lain akan dikembangkan selain nuklir, namun kajian terhadap potensi nuklir tetap harus dilakukan guna mengetahui kemungkinan dalam penerapannya.
“Kalau nuklir memang masuk agenda, tapi sepanjang masih ada potensi selain nuklir, maka kita akan maksimalkan potensi yang ada. Tapi, kajian untuk 100 tahun kedepan boleh saja dikaji, meskipun sepanjang masih ada yang lain, kenapa harus nuklir. Kalau memang sudah tidak ada lagi potensi yang lain, kenapa tidak menggunakan nuklir,” tambahnya.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar