Jembatan Loa Kulu akan Jadi Pintu Empat Akses dan Tembus Sampai BSB
TENGGARONG – Hasrat rakyat Kukar memiliki jembatan baru setelah Jembatan Mahakam II runtuh 26 November lalu, akan terwujud dalam waktu dekat. Pada 2012 Pemkab Kukar akan melelang proyek Loa Kulu yang menghubungkan Loa Kulu dan Tenggarong Seberang. Lelang proyek jembatan Loa Kulu ini akan dimulai Januari 2012 atau bulan depan.
Dijelaskan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Totok Heru Subroto kemarin (18/12), proyek jembatan Loa Kulu adalah yang paling siap. Jembatan itu sebenarnya sudah dipersiapkan sejak tiga tahun lalu namun realisasinya terkendala anggaran. Namun karena Jembatan Mahakam II runtuh, realisasinya kini dipercepat.
“Posisinya 12 kilometer arah hilir dari jembatan yang ada saat ini. Anggarannya sudah siap,” tuturnya.
Soal rencana proyek jembatan yang menghubungkan Tenggarong dan Pulau Kumala seperti yang diwacanakan Bupati Kukar Rita Widyasari, Totok mengatakan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Persiapan untuk proyek jembatan itu belum dilakukan. Prosesnya harus melewati pra survei, studi kelayakan dan tahapan lain.
“Tapi bukan mustahil bisa dilaksanakan tahun ini,” ungkapnya.
Konsep jembatan di Loa Kulu sudah jelas. Jika Desember ini seluruh tahap perencanaan selesai, maka bisa langsung dilelang pada Januari 2012 mendatang.
Proyek ini akan menelan anggaran sekitar Rp400 miliar dengan sistem proyek tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) maksimal selama 3 tahun.
“Supaya jembatan ini cepat terwujud tentu kita tunggu komitmen Peme-rintah Pusat, dan Pemprov Kaltim yang informasinya siap membantu pendanaan lewat APBN dan APBD Kaltim,” terangnya.
Dengan sistem MYC ini, proyek pembangunan jem-batan lebih memungkinkan karena tidak terlalu membe-bani anggaran. Sebab masih banyak proyek besar lainnya yang membutuhkan dana APBD.
Dia mengatakan, dengan dibangunnya jembatan di Loa Kulu ini akan membawa dampak positif terkait progress pembangunan di daerah tersebut yang saat ini kesannya tertinggal dibandingkan Kecamatan Tenggarong Seberang.
Selain itu, jembatan di Loa Kulu ini akan jadi beberapa akses utama yang bisa dilalui warga Tenggarong yang ingin menuju Samarinda, begitupula sebaliknya. Akses pertama yakni jalur Loa Kulu-Loa Janan menuju Samarinda. Kedua, akses Tenggarong Seberang, Kukar yang tembus ke Kelurahan Air Putih di Samarinda. Ketiga, akses Loa Kulu yang tembus ke wilayah Karang Paci Samarinda tak jauh dari gedung DPRD Kaltim. Akses keempat bisa tembus dari L2 Tenggarong Seberang me-nuju Kelurahan Sungai Siring Samarinda, lokasi dimana akan dibangunnya Bandara Samarinda Baru (BSB).
Soal desain jembatan, Totok mengatakan tidak akan memakai desain jembatan gantung. Tapi seperti apa tepatnya, ia baru bisa mengatakan setelah perencanaan selesai. (dk)
SUMBER
TENGGARONG – Hasrat rakyat Kukar memiliki jembatan baru setelah Jembatan Mahakam II runtuh 26 November lalu, akan terwujud dalam waktu dekat. Pada 2012 Pemkab Kukar akan melelang proyek Loa Kulu yang menghubungkan Loa Kulu dan Tenggarong Seberang. Lelang proyek jembatan Loa Kulu ini akan dimulai Januari 2012 atau bulan depan.
Dijelaskan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Totok Heru Subroto kemarin (18/12), proyek jembatan Loa Kulu adalah yang paling siap. Jembatan itu sebenarnya sudah dipersiapkan sejak tiga tahun lalu namun realisasinya terkendala anggaran. Namun karena Jembatan Mahakam II runtuh, realisasinya kini dipercepat.
“Posisinya 12 kilometer arah hilir dari jembatan yang ada saat ini. Anggarannya sudah siap,” tuturnya.
Soal rencana proyek jembatan yang menghubungkan Tenggarong dan Pulau Kumala seperti yang diwacanakan Bupati Kukar Rita Widyasari, Totok mengatakan belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Persiapan untuk proyek jembatan itu belum dilakukan. Prosesnya harus melewati pra survei, studi kelayakan dan tahapan lain.
“Tapi bukan mustahil bisa dilaksanakan tahun ini,” ungkapnya.
Konsep jembatan di Loa Kulu sudah jelas. Jika Desember ini seluruh tahap perencanaan selesai, maka bisa langsung dilelang pada Januari 2012 mendatang.
Proyek ini akan menelan anggaran sekitar Rp400 miliar dengan sistem proyek tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) maksimal selama 3 tahun.
“Supaya jembatan ini cepat terwujud tentu kita tunggu komitmen Peme-rintah Pusat, dan Pemprov Kaltim yang informasinya siap membantu pendanaan lewat APBN dan APBD Kaltim,” terangnya.
Dengan sistem MYC ini, proyek pembangunan jem-batan lebih memungkinkan karena tidak terlalu membe-bani anggaran. Sebab masih banyak proyek besar lainnya yang membutuhkan dana APBD.
Dia mengatakan, dengan dibangunnya jembatan di Loa Kulu ini akan membawa dampak positif terkait progress pembangunan di daerah tersebut yang saat ini kesannya tertinggal dibandingkan Kecamatan Tenggarong Seberang.
Selain itu, jembatan di Loa Kulu ini akan jadi beberapa akses utama yang bisa dilalui warga Tenggarong yang ingin menuju Samarinda, begitupula sebaliknya. Akses pertama yakni jalur Loa Kulu-Loa Janan menuju Samarinda. Kedua, akses Tenggarong Seberang, Kukar yang tembus ke Kelurahan Air Putih di Samarinda. Ketiga, akses Loa Kulu yang tembus ke wilayah Karang Paci Samarinda tak jauh dari gedung DPRD Kaltim. Akses keempat bisa tembus dari L2 Tenggarong Seberang me-nuju Kelurahan Sungai Siring Samarinda, lokasi dimana akan dibangunnya Bandara Samarinda Baru (BSB).
Soal desain jembatan, Totok mengatakan tidak akan memakai desain jembatan gantung. Tapi seperti apa tepatnya, ia baru bisa mengatakan setelah perencanaan selesai. (dk)
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar