| DOAKAN EVAKUASI LANCAR: Pindita Sang Made Sutama memimpin upacara Pekelem mendoakan agar kerja Tim SAR dalam mengevakuasi korban dipermudah. |
TENGGARONG- Seluruh masyarakat Kukar dari berbagai kalangan agama berdoa kepada Tuhan agar proses evakuasi korban Jembatan Mahakam II dipermudah dan kedepannya Kukar bebas dari bala bencana. Sabtu lalu (17/12) umat Hindu Kukar mengadakan Upacara Pekelem di Pura Payogan Agung Kutai di Loa Ipuh Kukar dan dilanjutkan di Rumah Pasak di Pulau Kumala Tenggarong.
Upacara dimulai pukul 14.00 di Pura Payogan dipimpin Pindita Sang Made Sutama dan diikuti puluhan jamaah lainnya. Pukul 17.00 mereka tiba di Pulau Kumala dan melanjutkan upacara di Rumah Pasak, pura kecil yang berada di tengah-tengah pulau.
Sang Made Sutama memimpin doa dan diiringi jamaah. Mereka membawa sesajen berupa ayam hitam dan bebek hitam. Usai berdoa, mereka berjalan ke sisi ujung hilir Pulau Kumala dekat patung Lembuswana. Di sana mereka berdoa 15 menit. Ayam dan bebek kemudian disembelih lalu dilarung di Sungai Mahakam,
Sang Made Sutama menyebutkan upa-cara melarung sesaji ini sebagai persem-bahan untuk Tuhan dan roh para leluhur. “Kami mengharapkan setelah Pekelem, relawan dan Tim SAR dalam upaya evakuasi dapat dimudahkan,” tuturnya.
Dipilihnya Sabtu lalu karena menurut kalender umat Hindu merupakan hari yang sakral dan baik untuk mengutarakan hajat.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar