Untuk
mengatasi masalah transportasi penyeberangan Sungai Mahakam pasca
ambruknya Jembatan Mahakam II, Kementerian Perhubungan dan Dinas
Perhubungan Kuikar akan bersama-sama membangun tiga dermaga darurat yang
bisa dilabuhi oleh feri penyeberangan ukuran besar.
Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Otoy Usman, mengatakan pihaknya tidak mau dahulu menyebutkan di posisi mana tepatnya dermaga itu akan dibangun. Ini untuk menghindari para spekulan tanah yang mencoba mengambil untung dengan buru-buru menaikkan harga jual tanah. Satu titik sudah dipilih oleh Dishub Kukar, dua titik lagi dipilih oleh Kemenhub.
“Kita akan bangun dermaga kapal roll on roll of (roro) di tiga titik. Kami tak akan sebutkan lokasinya sekarang untuk menghindari spekulan,” ujar Otoy kemarin.
Otoy menyebutkan dana pembangunan pelabuhan dermaga akan didapatkan dari bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Tapi belum diketahui berapa persis besarannya. Kajian kelak akan dilakukan oleh Pemkab Kukar, diteruskan ke Pemprov Kaltim hingga ke Kemenhub. Dua kapal roro yang didatangkan adalah bantuan dari Kemenhub dari Penajam Paser Utara dan Banjarmasin.
Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan Kaltim, Murjani, menambahkan bahwa dua feri tersebut adalah KM Pepuyu dan KM Billy. Keduanya kini tengah berada dalam perjalanan.
Untuk KM Pepuyu diperkirakan mampu mengangkut sebanyak 16 kendaraan roda empat, puluhan sepeda motor, dan sekitar 250 orang. Sedangkan KM Billy mampu mengangkut 14 kendaraan roda empat, puluhan sepeda motor, dan sekitar 200 orang.
Lokasi dermaga, menurut Murjani, di Tenggarong Seberang berada sekitar 200 meter hilir jembatan, sedangkan di Tenggarong Kota juga berada sebelah hilir, tepatnya dekat simpang tiga menuju Bukit Biru.
Selama kapal feri beroperasi di lokasi yang sudah ditentukan itu, tim yang dipimpin oleh BNPB juga akan membangun plengsengan agar feri lebih mudah merapat sehingga lancar dilalui kendaraan dan penumpang. Anggaran yang diajukan untuk membangun dua dermaga itu sekitar Rp 20 miliar.
SUMBER
Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Otoy Usman, mengatakan pihaknya tidak mau dahulu menyebutkan di posisi mana tepatnya dermaga itu akan dibangun. Ini untuk menghindari para spekulan tanah yang mencoba mengambil untung dengan buru-buru menaikkan harga jual tanah. Satu titik sudah dipilih oleh Dishub Kukar, dua titik lagi dipilih oleh Kemenhub.
“Kita akan bangun dermaga kapal roll on roll of (roro) di tiga titik. Kami tak akan sebutkan lokasinya sekarang untuk menghindari spekulan,” ujar Otoy kemarin.
Otoy menyebutkan dana pembangunan pelabuhan dermaga akan didapatkan dari bantuan Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Tapi belum diketahui berapa persis besarannya. Kajian kelak akan dilakukan oleh Pemkab Kukar, diteruskan ke Pemprov Kaltim hingga ke Kemenhub. Dua kapal roro yang didatangkan adalah bantuan dari Kemenhub dari Penajam Paser Utara dan Banjarmasin.
Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan Kaltim, Murjani, menambahkan bahwa dua feri tersebut adalah KM Pepuyu dan KM Billy. Keduanya kini tengah berada dalam perjalanan.
Untuk KM Pepuyu diperkirakan mampu mengangkut sebanyak 16 kendaraan roda empat, puluhan sepeda motor, dan sekitar 250 orang. Sedangkan KM Billy mampu mengangkut 14 kendaraan roda empat, puluhan sepeda motor, dan sekitar 200 orang.
Lokasi dermaga, menurut Murjani, di Tenggarong Seberang berada sekitar 200 meter hilir jembatan, sedangkan di Tenggarong Kota juga berada sebelah hilir, tepatnya dekat simpang tiga menuju Bukit Biru.
Selama kapal feri beroperasi di lokasi yang sudah ditentukan itu, tim yang dipimpin oleh BNPB juga akan membangun plengsengan agar feri lebih mudah merapat sehingga lancar dilalui kendaraan dan penumpang. Anggaran yang diajukan untuk membangun dua dermaga itu sekitar Rp 20 miliar.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar