| ANAK MUDA KUTAI KARTANEGARA BERBAGI SEMANGAT: Ratusan anak muda Kukar tadi malam menggelar doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II dan melakukan refleksi diri. Acara dilakukan di Halaman Taman Membaca, Jam Bentong, sekitar lima puluh meter dari puing-puing sisa jembatan. Anak-anak muda ini berasal dari berbagai komunitas, lintas agama, etnis dan kelompok. Mereka saling berbagi kisah, semangat dan harapan dalam gerakan Kutai Kartanegara akan Bangkit. |
Saling Menguatkan dan Berkisah
Sesuai janji, ratusan anak muda Kukar tadi malam menggelar doa bersama untuk para korban runtuhnya Jembatan Mahakam II dan melakukan refleksi diri. Acara dilakukan di Halaman Taman Membaca Jam Bentong, sekitar lima puluh meter dari puing-puing sisa jembatan. Anak-anak muda ini berasal dari berbagai komunitas, antara lain Mitra Mania, Tenggarong Fixed Gear dan komunitas lainnya. Mereka saling berbagi kisah, semangat dan harapan dalam gerakan “Kutai Kartanegara akan Bangkit”.
Daud, salah seorang kerabat Muhammad Iskandar, salah satu korban tewas, ikut berbagi pengalaman. Ia mengenal Iskandar sejak 2001 dan pria itu lah yang mengajaknya memeluk agama Islam. Daud juga berguru soal Islam kepada Iskandar yang ia anggap sudah lebih dari saudara itu.
“Saya salah satu orang yang paling kehilangan orang yang paling baik yang pernah saya kenal semasa hidup, Abang Iskandar. Sampai sekarang adik saya, Cinta, juga belum ditemukan,” ucapnya pelan dan terdiam sesaat menahan haru di depan anak-anak muda yang menyalakan lilin. Cinta adalah anak dari Iskandar yang juga korban runtuhnya jembatan dan sampai saat ini belum ditemukan.
Daud berharap supaya anak muda Kukar bisa menjadikan musibah ini sebagai pelajaran. Terpenting lagi tidak menjadikannya sebagai lelucon.
“Saya minta tolong, musibah ini jangan dijadikan olokan. Kita saling kehilangan orang-orang yang kita cintai. Semoga para korban dan abang Iskandar diterima di sisi Tuhan,” harap Daud yang bekerja di Channel Etam tersebut.
Rinda Agustina, salah seorang anak muda Kukar yang ikut menggagas “Kukar akan Bangkit” ikut membagi kisah. Rinda juga salah seorang kerabat Iskandar.
Dari cerita yang ia terima dari Emma, istri Iskandar, ketika itu mendiang lebih memilih menyelamatkan anaknya terlebih dahulu meski ia sudah diselamatkan sebuah perahu ces.
Diceritakan Rinda, ketika itu Iskandar membuka celana jeans-nya untuk menghindari berat. Kemudian Iskandar kembali berenang ke tengah dan menyelam untuk menyelamatkan Cinta.
Dari kisah teman-temannya yang menjadi saksi mata, Rinda menceritakan, suara yang timbul saat runtuhnya jembatan itu mirip suara mesin jet. “Itu adalah suara kabel-kabel yang putus,” cerita Rinda.
Ustaz Haji Nasrun sebelum memimpin doa juga sempat berbagi pengalamannya ketika menghadapi gempa di Yogyakarta pada 2006. Ketika itu ia masih tinggal di Yogya. Karena musibah itu pula kedua orangtuanya wafat.
“Sebegitu mudah Allah mengambil kenikmatan kita. Ketika gempa itu, dinding rumah seperti kertas yang berkibar. Begitu pula dengan jembatan yang ada di depan kita sekarang. Tak lebih dari besi tua,” nasihatnya.
Ia yakin, tak ada satu pun terjadi di luar kekuasaan Allah. Begitu pula halnya seratus anak muda yang datang dengan insiatif mereka sendiri, karena hati mereka digerakkan oleh Allah untuk mendoakan para korban dan masa depan Kukar yang lebih baik. “Kita harus memiliki kepedulian terhadap sesama,” imbaunya.
Chandra, salah satu penggagas doa bersama ini mengatakan, berdoa, saling menguatkan dan mengingatkan adalah hal terkecil yang bisa dilakukan di saat keadaan Kukar sedang prihatin. Mungkin anak-anak muda Kukar tidak bisa membantu Tim SAR mencari korban ke tengah sungai. Namun ia harap doa bersama ini besar manfaatnya.
“Kami tak bisa berbuat hal-hal besar seperti tim penyelamat. Tapi doa dan semangat kami, semoga ada artinya,” tuturnya.
Dalam acara itu juga diputar satu video rekaman amatir yang tidak sengaja merekam detik-detik runtuhnya jembatan. Dari video itu terdengar suara gelegar yang amat dahsyat dan debu-debu yang berterbangan. Video lain yang diputar adalah potret Jembatan Mahakam II di masa-masanya yang gemilang hingga akhirnya runtuh. Video itu bertajuk ‘Pray for Kukar’. Di akhir acara, Chandra mengajak seluruh anak muda yang hadir untuk mengheningkan cipta.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar