Runtuhnya jembatan membuat para nakhoda perahu penyeberangan di Tenggarong meraih pendapatan lebih. Ini mengingat jembatan adalah satu-satunya akses termudah kendaraan dari Tenggarong menuju Tenggarong Seberang dan sebaliknya. Kini ‘stasiun’ perahu penyeberangan di Kelurahan Baru menuju Desa Perjiwa itu penuh sesak oleh penumpang.
Andri, salah satu nakhoda perahu mengatakan perahunya biasa setiap hari hanya ditumpangi 3-5 sepeda motor per hari. Pendapatannya hanya Rp100 ribu. Sekarang hampir tiap jam ia menyeberangkan 8 sepeda motor dan 17 penumpang. Penghasilannya melonjak jadi Rp500 ribu.
Ia katakan, karena tingginya penumpang pihaknya terpaksa mendatangkan tiga perahu lagi dari Sebulu, sehingga kelompoknya akan mengoperasikan empat perahu.
Santi, warga Tenggarong, mengaku terpaksa menyeberang menggunakan perahu karena tak ada jalur lain untuk menyeberangi Sungai Mahakam yang menghubungkan tempat tinggalnya dengan tempat kuliahnya di Tenggarong. “Saya pergi mengunjungi keluarga saya yang ada di rumah sakit tadi. Saya juga pasti akan menggunkan perahu kelotok karena kuliah di Unikarta“ katanya.
Salah seorang penumpang, Saleh warga Perjiwa Tenggarong Seberang, mengatakan tarif perahu naik dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 per orang. “Saya biasa naik perahu penyeberangan. Tapi baru kali ini tarifnya naik. Mungkin karena ingin memanfaatkan keadaan. Tapi tak masalah lah” ujarnya.
SUMBER
Andri, salah satu nakhoda perahu mengatakan perahunya biasa setiap hari hanya ditumpangi 3-5 sepeda motor per hari. Pendapatannya hanya Rp100 ribu. Sekarang hampir tiap jam ia menyeberangkan 8 sepeda motor dan 17 penumpang. Penghasilannya melonjak jadi Rp500 ribu.
Ia katakan, karena tingginya penumpang pihaknya terpaksa mendatangkan tiga perahu lagi dari Sebulu, sehingga kelompoknya akan mengoperasikan empat perahu.
Santi, warga Tenggarong, mengaku terpaksa menyeberang menggunakan perahu karena tak ada jalur lain untuk menyeberangi Sungai Mahakam yang menghubungkan tempat tinggalnya dengan tempat kuliahnya di Tenggarong. “Saya pergi mengunjungi keluarga saya yang ada di rumah sakit tadi. Saya juga pasti akan menggunkan perahu kelotok karena kuliah di Unikarta“ katanya.
Salah seorang penumpang, Saleh warga Perjiwa Tenggarong Seberang, mengatakan tarif perahu naik dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 per orang. “Saya biasa naik perahu penyeberangan. Tapi baru kali ini tarifnya naik. Mungkin karena ingin memanfaatkan keadaan. Tapi tak masalah lah” ujarnya.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar