Pemerintah berencana membangun pelabuhan darurat untuk penyeberangan feri terkait runtuhnya Jembatan Mahakam II agar kegiatan perekonomian tetap berjalan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Pemprov Kalimantan Timur telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB Syamsul Maarif tentang rencana pembangunan pelabuhan darurat itu.
“Besarnya dana dan spesifikasi teknis sedang disiapkan. Skema usulan kegiatan dari Gubernur Kaltim yang disetujui Menteri PU ditujukan kepada Kepala BNPB, dan BNPB akan memberi anggaran dari dana on call,” tutur Sutopo, kemarin.
Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan dua kapal feri sudah disiagakan bagi warga yang hendak melakukan penyeberangan di Sungai Mahakam, sebagai pengganti dari runtuhnya jembatan. “Dari pihak perhubungan dan gubernur setempat saat ini sudah diusahakan kapal feri untuk mengatasi itu, penyeberangan dan lain-lain. Sekali angkut bisa ratusan,” kata Mangindaan.
Dia mengungkapkan, akibat runtuhnya jembatan tersebut, otomatis jalur terputus dan kapal-kapal tak bisa melewati lokasi di sekitarnya. “Kapal-kapal pengangkut batu bara tidak bisa melewati jembatan itu. Begitu pula penyeberangan yang diperlukan sehari-hari oleh anak sekolah dan warga,” tuturnya.
SUMBER
“Besarnya dana dan spesifikasi teknis sedang disiapkan. Skema usulan kegiatan dari Gubernur Kaltim yang disetujui Menteri PU ditujukan kepada Kepala BNPB, dan BNPB akan memberi anggaran dari dana on call,” tutur Sutopo, kemarin.
Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan dua kapal feri sudah disiagakan bagi warga yang hendak melakukan penyeberangan di Sungai Mahakam, sebagai pengganti dari runtuhnya jembatan. “Dari pihak perhubungan dan gubernur setempat saat ini sudah diusahakan kapal feri untuk mengatasi itu, penyeberangan dan lain-lain. Sekali angkut bisa ratusan,” kata Mangindaan.
Dia mengungkapkan, akibat runtuhnya jembatan tersebut, otomatis jalur terputus dan kapal-kapal tak bisa melewati lokasi di sekitarnya. “Kapal-kapal pengangkut batu bara tidak bisa melewati jembatan itu. Begitu pula penyeberangan yang diperlukan sehari-hari oleh anak sekolah dan warga,” tuturnya.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar