Polisi Datangkan Ahli DNA untuk Identifikasi
TENGGARONG- Masuk hari keempat runtuhnya Jembatan Mahakam II, total sudah 18 korban wafat yang ditemukan. Kemarin Tim SAR mengevakuasi lima korban lainnya. Mereka adalah Awang M Ery (36), Jayus (55), Khawatilah Triwarni (24) Fikram (22) dan Didik (25). Lima jenazah tersebut telah berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim.
“Tim medis mengidentifikasi 5 jenazah yang ditemukan tim SAR dari dinihari hingga pagi tadi,” kata Petugas Posko Laporan Korban, Nurhayati, kemarin.
Arus Mahakam di bagian bawah deras sehingga ada korban yang ditemukan 1 km hingga 12 km ke arah hilir dari lokasi jembatan.
Sementara di tempat yang sama, Ketua Tim DVI Kaltim AKBP Budi Heryadi menjelaskan, tim DVI nyaris tidak dapat mengidentifikasi 5 jenazah tersebut. “Kondisinya rusak, sempat menjadi kendala untuk mengindentifikasi. Tapi kita terus bekerja keras dan membuahkan hasil,” kata Budi.
Disebutkan Budi, untuk temuan jenazah berikutnya pada hari Rabu kemungkinan besar tim DVI akan melakukan tes DNA terhadap jenazah lainnya yang temukan tim SAR. “Karena kalau ditemukan besok Rabu besok, jenazah kuat kemungkinan akan semakin tidak normal. Jadi kemungkinan akan melakukan tes DNA terhadap jenazah,” ujar Budi.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution. Polisi memakai metode tes DNA untuk mengidentifikasi korban. Korban yang belum diidentifikasi akan dilakukan tes DNA melalui rambut dan gigi.
Sampai saat ini, imbuh Saud, polisi tak bisa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas ambruknya jembatan Kukar. “Karena masih membahayakan bagi kita karena masih rawan roboh dan hanyut yang malah membahayakan petugas yang melaksanakan olah TKP,” cetusnya.
SUMBER
TENGGARONG- Masuk hari keempat runtuhnya Jembatan Mahakam II, total sudah 18 korban wafat yang ditemukan. Kemarin Tim SAR mengevakuasi lima korban lainnya. Mereka adalah Awang M Ery (36), Jayus (55), Khawatilah Triwarni (24) Fikram (22) dan Didik (25). Lima jenazah tersebut telah berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kaltim.
“Tim medis mengidentifikasi 5 jenazah yang ditemukan tim SAR dari dinihari hingga pagi tadi,” kata Petugas Posko Laporan Korban, Nurhayati, kemarin.
Arus Mahakam di bagian bawah deras sehingga ada korban yang ditemukan 1 km hingga 12 km ke arah hilir dari lokasi jembatan.
Sementara di tempat yang sama, Ketua Tim DVI Kaltim AKBP Budi Heryadi menjelaskan, tim DVI nyaris tidak dapat mengidentifikasi 5 jenazah tersebut. “Kondisinya rusak, sempat menjadi kendala untuk mengindentifikasi. Tapi kita terus bekerja keras dan membuahkan hasil,” kata Budi.
Disebutkan Budi, untuk temuan jenazah berikutnya pada hari Rabu kemungkinan besar tim DVI akan melakukan tes DNA terhadap jenazah lainnya yang temukan tim SAR. “Karena kalau ditemukan besok Rabu besok, jenazah kuat kemungkinan akan semakin tidak normal. Jadi kemungkinan akan melakukan tes DNA terhadap jenazah,” ujar Budi.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution. Polisi memakai metode tes DNA untuk mengidentifikasi korban. Korban yang belum diidentifikasi akan dilakukan tes DNA melalui rambut dan gigi.
Sampai saat ini, imbuh Saud, polisi tak bisa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas ambruknya jembatan Kukar. “Karena masih membahayakan bagi kita karena masih rawan roboh dan hanyut yang malah membahayakan petugas yang melaksanakan olah TKP,” cetusnya.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar