TENGGARONG –
Tampaknya tak ada harapan lagi bagi warga Kukar melihat jembatan baru
dibangun di tempat dimana Jembatan Mahakam II pernah berdiri tegak.
Presiden SBY telah meminta kepada instansi terkait dan Pemkab Kukar agar
mencari tempat lain untuk dibangun jembatan baru yang kelak
menghubungkan Tenggarong Kota dan Tenggarong Seberang. Dikatakan Bupati
Kukar Rita Widyasari, jembatan baru akan dibangun di Kecamatan Loa Kulu
atau sekitar 12 km dari bekas Jembatan Mahakam II. Pengerjaan akan
dilakukan 2012 dengan APBD Kukar senilai Rp350 miliar dibantu APBD
Perubahan Kaltim 2012 Rp100 miliar.
“Pak Presiden sendiri yang meminta agar tidak dibangun di lokasi yang sama. Kebetulan Kukar dulu pernah berencana membangun jembatan di Loa Kulu. Di sana lah jembatan baru akan dibangun,” ucap Rita kemarin.
Wacana soal pembangunan Jembatan Loa Kulu, kata Rita, sudah dicetuskan sejak tiga tahun lalu sebagai jembatan alternatif. Jembatan ini dirancang untuk mengurangi beban Jembatan Mahakam II. Karena itu dananya sudah dimasukkan dalam APBD Kukar 2012 senilai Rp350 miliar, bahkan sebelum Jembatan Mahakam II runtuh.
“Jembatan Loa Kulu dirancang dulunya sebagai jembatan alternatif. Jadi bukan dibangun karena Jembatan Mahakam II runtuh. Niatnya waktu itu untuk mengurangi tingginya volume kendaraan yang melintas di Jembatan Mahakam II,” ujarnya.
Guru Besar Rekayasa Struktur Institut Teknologi Bandung (ITB), Bambang Budiono, sepakat untuk tidak membangun jembatan baru di lokasi reruntuhan. Jembatan Mahakam II seluruh komponennya sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Menurutnya, tidak ada pilihan bagi pemerintah selain membangun jembatan di lokasi baru. Sebetulnya masih ada opsi retrofit dengan menggunakan komponen lama tapi hal tersebut kurang berlaku mengingat seluruh bagian sudah rusak.
“Kalau ada yang nekad menggunakannya kembali, salah besar,” kata Bambang.
Disinggung mengenai peristiwa tersebut, Bambang meminta semuanya tetap berpikir tenang dalam mencari penyebabnya. Jangan sampai pemerintah kemudian sibuk mencari orang yang dianggap bertanggung jawab tanpa belajar mengenai jembatan. Dia pun mencontohkan ambruknya jembatan Tacoma di Washington yang ambruk setelah tiga bulan rampung dibuat, penyebabnya ternyata angin. Saat itulah baru disadari angin menyebabkan efek torsional atau jembatan gantung yang berpilin seperti cucian baju.
SUMBER
“Pak Presiden sendiri yang meminta agar tidak dibangun di lokasi yang sama. Kebetulan Kukar dulu pernah berencana membangun jembatan di Loa Kulu. Di sana lah jembatan baru akan dibangun,” ucap Rita kemarin.
Wacana soal pembangunan Jembatan Loa Kulu, kata Rita, sudah dicetuskan sejak tiga tahun lalu sebagai jembatan alternatif. Jembatan ini dirancang untuk mengurangi beban Jembatan Mahakam II. Karena itu dananya sudah dimasukkan dalam APBD Kukar 2012 senilai Rp350 miliar, bahkan sebelum Jembatan Mahakam II runtuh.
“Jembatan Loa Kulu dirancang dulunya sebagai jembatan alternatif. Jadi bukan dibangun karena Jembatan Mahakam II runtuh. Niatnya waktu itu untuk mengurangi tingginya volume kendaraan yang melintas di Jembatan Mahakam II,” ujarnya.
Guru Besar Rekayasa Struktur Institut Teknologi Bandung (ITB), Bambang Budiono, sepakat untuk tidak membangun jembatan baru di lokasi reruntuhan. Jembatan Mahakam II seluruh komponennya sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Menurutnya, tidak ada pilihan bagi pemerintah selain membangun jembatan di lokasi baru. Sebetulnya masih ada opsi retrofit dengan menggunakan komponen lama tapi hal tersebut kurang berlaku mengingat seluruh bagian sudah rusak.
“Kalau ada yang nekad menggunakannya kembali, salah besar,” kata Bambang.
Disinggung mengenai peristiwa tersebut, Bambang meminta semuanya tetap berpikir tenang dalam mencari penyebabnya. Jangan sampai pemerintah kemudian sibuk mencari orang yang dianggap bertanggung jawab tanpa belajar mengenai jembatan. Dia pun mencontohkan ambruknya jembatan Tacoma di Washington yang ambruk setelah tiga bulan rampung dibuat, penyebabnya ternyata angin. Saat itulah baru disadari angin menyebabkan efek torsional atau jembatan gantung yang berpilin seperti cucian baju.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar