TENGGARONG- Perahu
bermesin atau yang disebut oleh masyarakat Tenggarong sebagai feri
penyeberangan, sangat rawan karena penumpangnya tak dilengkapi dengan
baju pelampung. Warga mengaku tak punya pilihan lain karena lewat jalur
Loa janan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memutar sampai
Tenggarong Seberang.
Dermaga pelabuhan yang terletak di Kelurahan Kampong Baru dan Kelurahan Mangkurawang, dari hari pasca ambruknya jembatan mulai Sabtu lalu dipadati sepeda motor dan mobil yang ingin menggunakan jasa penyeberangan transportasi alternatif tersebut. Terlihat dari luar dermaga, sepeda motor dan mobil antre panjang karena ingin mengunakan feri. Dengan muatan yang padat, penumpang tidak dibekali pelampung.
Salah seorang pengguna jasa feri, Surya warga Perjiwa Tenggarong Seberang, menyayangkan pemerintah tak memperhatikan hal-hal tersebut. Surya yang juga mahasiswa Unikarta ini terpaksa menggunakan jasa feri karena tempat kuliahnya yang berada di Tenggarong. “Aneh memang, pemerintah kok tidak memperhatikan ada tidaknya pelampung sih? Saya pakai jasa feri ini karena terpaksa saja,” tuturnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Otoy Usman, mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan kepada para pemilik feri akan membekali perahu dan penumpangnya dengan pelampung. Siapa pun yang melanggar akan diberi sanksi.
Otoy juga menjelaskan bahwa banyak juga masyarakat yang tidak mau memakai pelampung dengan banyak alasan, salah satunya karena ‘malas’ dan merasa tak nyaman. “Mereka merasa kapal akan tenggelam kalau pakai pelampung,” tuturnya
Dishub sudah menyiapkan petugas empat petugas yang dibantu empat polisi yang siaga di dermaga-dermaga feri agar selalu mengawasi masyarakat yang menyeberang dan mengingatkan menggunakan pelampung.
Kepala Dermaga Sukmawira, Rusni, mengatakan jumlah dermaga yang ada di Kelurahan Kampong Baru berjumlah satu dermaga dan di Kelurahan Mangkurawang ada tiga dermaga. Di Kelurahan Kampong Baru feri disiapkan enam buah untuk melayani sepeda motor dan dua feri untuk melayani satu mobil. Sedangkan di Kelurahan Mangkurawang disiapkan 13 kapal feri. Di pelabuhan “sandi” disiapkan satu dermaga khusus mengangkut mobil. Feri yang mengangkut mobil disiapkan dua feri yang berkapasitas empat mobil. Tarif mobil sekali menyebrang Rp20-25 ribu tergantung muatan. Sedangkan tarif untuk satu sepeda motor Rp2.000.
SUMBER
Dermaga pelabuhan yang terletak di Kelurahan Kampong Baru dan Kelurahan Mangkurawang, dari hari pasca ambruknya jembatan mulai Sabtu lalu dipadati sepeda motor dan mobil yang ingin menggunakan jasa penyeberangan transportasi alternatif tersebut. Terlihat dari luar dermaga, sepeda motor dan mobil antre panjang karena ingin mengunakan feri. Dengan muatan yang padat, penumpang tidak dibekali pelampung.
Salah seorang pengguna jasa feri, Surya warga Perjiwa Tenggarong Seberang, menyayangkan pemerintah tak memperhatikan hal-hal tersebut. Surya yang juga mahasiswa Unikarta ini terpaksa menggunakan jasa feri karena tempat kuliahnya yang berada di Tenggarong. “Aneh memang, pemerintah kok tidak memperhatikan ada tidaknya pelampung sih? Saya pakai jasa feri ini karena terpaksa saja,” tuturnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Otoy Usman, mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan kepada para pemilik feri akan membekali perahu dan penumpangnya dengan pelampung. Siapa pun yang melanggar akan diberi sanksi.
Otoy juga menjelaskan bahwa banyak juga masyarakat yang tidak mau memakai pelampung dengan banyak alasan, salah satunya karena ‘malas’ dan merasa tak nyaman. “Mereka merasa kapal akan tenggelam kalau pakai pelampung,” tuturnya
Dishub sudah menyiapkan petugas empat petugas yang dibantu empat polisi yang siaga di dermaga-dermaga feri agar selalu mengawasi masyarakat yang menyeberang dan mengingatkan menggunakan pelampung.
Kepala Dermaga Sukmawira, Rusni, mengatakan jumlah dermaga yang ada di Kelurahan Kampong Baru berjumlah satu dermaga dan di Kelurahan Mangkurawang ada tiga dermaga. Di Kelurahan Kampong Baru feri disiapkan enam buah untuk melayani sepeda motor dan dua feri untuk melayani satu mobil. Sedangkan di Kelurahan Mangkurawang disiapkan 13 kapal feri. Di pelabuhan “sandi” disiapkan satu dermaga khusus mengangkut mobil. Feri yang mengangkut mobil disiapkan dua feri yang berkapasitas empat mobil. Tarif mobil sekali menyebrang Rp20-25 ribu tergantung muatan. Sedangkan tarif untuk satu sepeda motor Rp2.000.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar