Duka
yang ditimbulkan oleh runtuhnya Jembatan Mahakam II makin bertambah
setelah jenazah Budi Yulianto (35) berhasil dievakuasi oleh Tim SAR
kemarin. Jenazah budi ditemukan 200 meter arah selatan dari lokasi
runtuhnya jembatan dan dalam kondisi tertimbun lumpur. Warga Loa Kulu
Kukar ini adalah suami dari Rusmini (35), dan ayah dari Muhammad Fauzan
Rivaldi (12), Alisa (10), dan Alisia (6 bulan), yang juga korban tewas
runtuhnya jembatan. Kelimanya Sabtu sore pekan lalu menumpang mobil
Daihatsu Xenia. Satu keluarga ini wafat.
Salah seorang Tim SAR yang ikut dalam evakuasi, Nyoman, mengatakan tubuh korban ada di dasar lumpur. ”jadi kami harus menyingkirkan lumpur dulu. Setelah itu baru bisa dibawa ke permukaan,” tukasnya.
Dengan begitu, sampai hari kelima pasca runtuhnya jembatan kemarin, sudah 19 orang ditemukan wafat, 21 orang dilaporkan hilang, 36 orang rawat jalan dan 3 orang rawat inap.
Jenazah dibawa ke RSUD Parikesit sekitar pukul satu siang. Menurut petugas posko bencana di rumah sakit tersebut, Nurhayati, kondisi korban sudah agak sulit dikenali. ”Jadi harus diidentifikasi oleh tim ante-mortem,” kata Nurhayati. Tugas ante-mortem adalah mengidentifikasi para korban tewas itu untuk dibawa oleh keluarganya.
Sebelumnya, tim pencari telah berhasil menemukan tiga anak dan istrinya. Dari keluarga tersebut, Alisia yang pertama kali ditemukan. Bocah 6 bulan itu ditemukan oleh tim SAR pada hari pertama bencana dahsyat itu.
Sang istri, Rusmini ditemukan hari Minggu, atau bersamaan dengan ditemukannya Alisha. Rusmini dan Alisha ditemukan pagi hari sekitar pukul 09.00. Waktu dua korban ibu dan anak itu ditemukan oleh tim SAR tak jauh berbeda. Sedangkan si sulung, Aldi ditemukan Minggu sore pukul 17.00.
SUMBER
Salah seorang Tim SAR yang ikut dalam evakuasi, Nyoman, mengatakan tubuh korban ada di dasar lumpur. ”jadi kami harus menyingkirkan lumpur dulu. Setelah itu baru bisa dibawa ke permukaan,” tukasnya.
Dengan begitu, sampai hari kelima pasca runtuhnya jembatan kemarin, sudah 19 orang ditemukan wafat, 21 orang dilaporkan hilang, 36 orang rawat jalan dan 3 orang rawat inap.
Jenazah dibawa ke RSUD Parikesit sekitar pukul satu siang. Menurut petugas posko bencana di rumah sakit tersebut, Nurhayati, kondisi korban sudah agak sulit dikenali. ”Jadi harus diidentifikasi oleh tim ante-mortem,” kata Nurhayati. Tugas ante-mortem adalah mengidentifikasi para korban tewas itu untuk dibawa oleh keluarganya.
Sebelumnya, tim pencari telah berhasil menemukan tiga anak dan istrinya. Dari keluarga tersebut, Alisia yang pertama kali ditemukan. Bocah 6 bulan itu ditemukan oleh tim SAR pada hari pertama bencana dahsyat itu.
Sang istri, Rusmini ditemukan hari Minggu, atau bersamaan dengan ditemukannya Alisha. Rusmini dan Alisha ditemukan pagi hari sekitar pukul 09.00. Waktu dua korban ibu dan anak itu ditemukan oleh tim SAR tak jauh berbeda. Sedangkan si sulung, Aldi ditemukan Minggu sore pukul 17.00.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar