Saya jadi terbesit pentingnya menjaga hutan. Seperti kita tau, luas hutan di Indonesia saat ini semakin menyempit karena tingginya kebutuhan manusia akan tempat hunian, tempat berladang, dan kayu.
Seperti kita tau hutan selain sebagai pencegah banjir juga sebagai paru-paru dunia. Tapi saat saya main-main ke beberapa wilayah di Wonosobo, banyak hutan yang sudah gundul akibat penebangan liar tanpa memikirkan dampak ke depannya.
Jika ada waktu coba anda berkunjung ke Kretek Wonosobo (arah silento) anda akan menemui banyaknya kayu yang diproses entah jadi apa setiap harinya disana. Maka jangan heran saat anda berkunjung ke Wonosobo yang dikenal dingin, saat ini terasa sangat panas, saya kira penyebabnya adalah hutan Wonosobo yang mulai gundul tersebut. Itu baru wilayah Wonosobo, belum wilayah seperti hutan Kalimantan.
Lalu siapakah yang harus disalahakan? Tidak ada waktu menyalahkan menurut saya dalam hal ini. Karena saat saling menyalahkan hutan kita makin habis dibabat disana.
Bagaimana menanggulanginya? Pengusaha kayu sepatutnya tidak hanya mengeruk keuntungan pribadi saja, namun juga perlu adanya kepatuhan pada diri sendiri mana pohon yang harus ditebang mana yang jangan ditebang. Jangan sampai karena kerakusan kita, hutan semakin menipis. Bayangkan jika hutan habis dibabat, kita mau babat apa lagi, siapa yang akan menyaring polusi udara, apa pernah kita tau bahaya ultraviolet akibat lapisan ozon berlubang.
Bagi kita masyarakat awam seperti kita saatnya bangkit mereboisasi hutan-hutan yang gundul, tidak ada kata terlambat daripada kita tidak melakukan apapun sama sekali. Minimal membantu dana di gerakan Greenpeace, ga punya dana ya ikut gerakan tanam seribu pohon.
Kurangi penggunaan kertas yang berlebih. Saya sering mikir contoh kecil skripsi, berapa banyak kertas yang kita buang saat bimbingan ya, apa ga sebaiknya skripsi itu dibuat dalam bentuk digital (pikiran saya saja lho). Selain mengurangi penggunaan kertas, daur ulang kertas bekas juga sangat membantu terjaganya hutan kita.
Kurangi penggunaan kayu untuk bangunan. Dulu rangka-rangka atap rumah banyak dibuat menggunakan kayu, mungkin sekarang saatnya kita beralih ke rangka dari baja ringan.
Tanamlah sedikitnya 1 pohon di halaman rumah anda. Saya kira ini juga bermanfaat, bayangkan 1 rumah memiliki 1 pohon lumayanlah untuk mengurangi pemanasan global.
Jangan sampai keindahan dunia ini musnah karena keegoisan dan ketamakan kita. Mungkin ada tambahan dari sobat untuk menjaga kelestarian hutan kita?
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar