Kesultanan Siapkan Ritual Besawai agar Pekerjaan Jembatan Lebih Mudah
Sultan Kutai Kartanegara, Aji Muhammad Salehuddin II, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kukar agar bertobat. Musibah runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sultan minta, agar dijadikan pelajaran oleh masyarakat Kukar.
“Sultan minta seluruh masyarakat bertobat. Kejadian ini supaya dijadikan pelajaran. Jangan lupa untuk terus berusaha menolong mereka yang menjadi korban,” ucap Sultan ditirukan oleh ajudannya, Awang Agus Dharmawan, kemarin.
Sultan masih berada di Singapura untuk berobat. Lewat Agus, Sultan turut mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga. Semoga keluarga diberi ketabahan.
Saat ini Kesultanan Kukar juga sedang mempersiapkan ritual Besawai yang ditujukan kepada mahluk gaib di sekitar Sungai Mahakam agar membantu masyarakat Kukar mempermudah pengerjaan jembatan ke depannya. Ritual ini salah satunya dengan cara menaburkan beras kuning ke sungai oleh Sultan. Tim ritual dipersiapkan dari Kukar dan Balikpapan. “Ritual ini seperti ‘minta permisi’ kepada penghuni di sungai,” ucap Agus.
Namun ia berharap masyarakat menyadari bahwa musibah ini sebagai sesuatu yang fana, dan tidak perlu turut menyalahkan mahluk alam lain.
Kemarin pagi di atas puing jembatan, seorang wanita paruh baya naik ke atas puing jembatan itu ditemani seorang pria. Beberapa petugas langsung memburu mereka, khawatir akan menjadi korban bila puing runtuh. Tapi si pria meminta waktu sebentar kepada para petugas agar si wanita melakukan ritual.
“Sebentar Pak, satu dua menit saja. Ibu kita ini mau melakukan ritual,” ujar si pria tadi.
Wanita tadi langsung bersimpuh di aspal, menundukkan kepala dan memangkukan kedua tangan di atas paha. Suasana langsung hening. Ia juga mengatupkan kedua tangannya di depan dahi seperti gerakan ‘sungkem’ ke arah jembatan. Tak berapa lama wanita itu selesai dengan ritualnya dan bersalaman dengan orang sekitar.
Ditanya soal nama dan asal, wanita dan pria itu tak menjawab dan langsung pergi.
SUMBER
Sultan Kutai Kartanegara, Aji Muhammad Salehuddin II, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kukar agar bertobat. Musibah runtuhnya Jembatan Mahakam II, Sultan minta, agar dijadikan pelajaran oleh masyarakat Kukar.
“Sultan minta seluruh masyarakat bertobat. Kejadian ini supaya dijadikan pelajaran. Jangan lupa untuk terus berusaha menolong mereka yang menjadi korban,” ucap Sultan ditirukan oleh ajudannya, Awang Agus Dharmawan, kemarin.
Sultan masih berada di Singapura untuk berobat. Lewat Agus, Sultan turut mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada korban dan keluarga. Semoga keluarga diberi ketabahan.
Saat ini Kesultanan Kukar juga sedang mempersiapkan ritual Besawai yang ditujukan kepada mahluk gaib di sekitar Sungai Mahakam agar membantu masyarakat Kukar mempermudah pengerjaan jembatan ke depannya. Ritual ini salah satunya dengan cara menaburkan beras kuning ke sungai oleh Sultan. Tim ritual dipersiapkan dari Kukar dan Balikpapan. “Ritual ini seperti ‘minta permisi’ kepada penghuni di sungai,” ucap Agus.
Namun ia berharap masyarakat menyadari bahwa musibah ini sebagai sesuatu yang fana, dan tidak perlu turut menyalahkan mahluk alam lain.
Kemarin pagi di atas puing jembatan, seorang wanita paruh baya naik ke atas puing jembatan itu ditemani seorang pria. Beberapa petugas langsung memburu mereka, khawatir akan menjadi korban bila puing runtuh. Tapi si pria meminta waktu sebentar kepada para petugas agar si wanita melakukan ritual.
“Sebentar Pak, satu dua menit saja. Ibu kita ini mau melakukan ritual,” ujar si pria tadi.
Wanita tadi langsung bersimpuh di aspal, menundukkan kepala dan memangkukan kedua tangan di atas paha. Suasana langsung hening. Ia juga mengatupkan kedua tangannya di depan dahi seperti gerakan ‘sungkem’ ke arah jembatan. Tak berapa lama wanita itu selesai dengan ritualnya dan bersalaman dengan orang sekitar.
Ditanya soal nama dan asal, wanita dan pria itu tak menjawab dan langsung pergi.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar