Ilustrasi
JAKARTA - Perampokan di taksi kembali
terjadi. Peristiwa ini dialami oleh Johan Wijaya (32) pada Rabu lalu.
Warga Jalan Susilo 2 C No. 68 Grogol-Petamburan ini dirampok dalam
perjalanan dari Latumenten menuju Grogol. Korban dibuang di Jalan S.
Parman yang berdekatan dengan Universitas Trisakti.
Johan saat ini masih dirawat di Ruang rawat inap lantai 2, Rumah Sakit Sumber Waras. Salah satu dokter piket yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, korban datang ke rumah sakit pukul 23.10 WIB.
”Malam itu, korban diantar oleh dua temannya. Saat itu korban masih dalam keadaan sadar, kondisinya hanya memar-memar saja di bagian kepala, bagian depan atas dan belakang, pipi kanan lecet bekas pukulan, dan tangannya juga lebam-lebam,” papar dokter jaga saat dihubungi wartawan, Kamis (29/12/2011).
Dokter tersebut juga mengatakan korban tidak mengalami luka tusukan dan saat ini masih menjalani rawat inap sekaligus menunggu hasil CT Scan.
"Takutnya pasien mengalami gegar otak, karena sejak kemarin sampai sekarang pasien selalu mengeluh kepalanya pusing sekali," tandasnya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsektro Tanjung Duren, Ajun Komisaris Teddy Rachesna membenarkan adanya kejadian tersebut. Teddy menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Teddy memaparkan, Johan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah kost-nya di Jalan Susilo. Baru saja taksi berjalan beberapa meter, masuk tiga pria tak dikenal. "Para laki-laki itu berusaha merebut harta benda korban, tapi karena korban melawan, para pelaku memukulinya," ujar Teddy.
Para pelaku, diakui Teddy membuang Johan di dekat Universitas Trisakti setelah menggasak ponsel, dan barang-barang belanjaan miliknya. "Kerugian yang diderita korban kurang lebih hampir senilai Rp2 juta. Dompet korban tidak sempat diambil karena korban melawan dengan sengit," lanjutnya
Teddy mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pemantauan terhadap seluruh taksi yang beroperasi di sekitar kejadian. “Karena sopir taksinya terlibat, hampir bisa dipastikan pelat nomor taksi dan nomor pintunya palsu. Modus seperti ini sudah sering sekali terjadi, namun pelakunya belum tentu sama,” tutupnya.
(abe)
SUMBER
Johan saat ini masih dirawat di Ruang rawat inap lantai 2, Rumah Sakit Sumber Waras. Salah satu dokter piket yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, korban datang ke rumah sakit pukul 23.10 WIB.
”Malam itu, korban diantar oleh dua temannya. Saat itu korban masih dalam keadaan sadar, kondisinya hanya memar-memar saja di bagian kepala, bagian depan atas dan belakang, pipi kanan lecet bekas pukulan, dan tangannya juga lebam-lebam,” papar dokter jaga saat dihubungi wartawan, Kamis (29/12/2011).
Dokter tersebut juga mengatakan korban tidak mengalami luka tusukan dan saat ini masih menjalani rawat inap sekaligus menunggu hasil CT Scan.
"Takutnya pasien mengalami gegar otak, karena sejak kemarin sampai sekarang pasien selalu mengeluh kepalanya pusing sekali," tandasnya.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsektro Tanjung Duren, Ajun Komisaris Teddy Rachesna membenarkan adanya kejadian tersebut. Teddy menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Teddy memaparkan, Johan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah kost-nya di Jalan Susilo. Baru saja taksi berjalan beberapa meter, masuk tiga pria tak dikenal. "Para laki-laki itu berusaha merebut harta benda korban, tapi karena korban melawan, para pelaku memukulinya," ujar Teddy.
Para pelaku, diakui Teddy membuang Johan di dekat Universitas Trisakti setelah menggasak ponsel, dan barang-barang belanjaan miliknya. "Kerugian yang diderita korban kurang lebih hampir senilai Rp2 juta. Dompet korban tidak sempat diambil karena korban melawan dengan sengit," lanjutnya
Teddy mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pemantauan terhadap seluruh taksi yang beroperasi di sekitar kejadian. “Karena sopir taksinya terlibat, hampir bisa dipastikan pelat nomor taksi dan nomor pintunya palsu. Modus seperti ini sudah sering sekali terjadi, namun pelakunya belum tentu sama,” tutupnya.
(abe)
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar