Evakuasi Motor dan kapal, Keluarga Pemilik Kapal Habiskan Rp40 juta
TENGGARONG – Pihak keluarga pemilik kapal penyeberangan yang menjadi korban insiden tabrakan dengna kapal nelayan KMP Berkah Usaha pada Sabtu (25/12) lalu, mengaku telah mengeluarkan sejumlah uang sebesar Rp40 juta untuk melakukan evakuasi pengangkatan sepeda motor yang ikut tengelam bersama kapal penyeberangannya.Uang sebesar itu terbagi untuk biaya pengangkatan sepeda motor yang diakui sebesar Rp1,5 juta permotornya, hingga uang makan, biaya pengangkatan mesin ces berikut kapalnya serta kompensasi terhadap pemilik kapal penyebenrangan lainnya yang tidak bsia beroperasi selama dua hari berturut-turut sebagai akibat insiden tersebut.
Bahkan pihak keluarga pemilik kapal mengakui membutuhkan lagi uang segar sekitar Rp35 juta lagi untuk mengangkat kapal dan keperluan lainnya lagi. sehingga mereka memperkirakan akan menghabiskan uang sekitar Rp75 juta dalam insiden ini. “Kami hitung biaya yang akan kami keluarkan berkisar Rp75 juta, sementara ini kami sudah mengeluarkan uang sebanyak Rp40 juta unutk berbgai keperluan selma proses evakuasi,” kata salah satu anggota keluarga pemilik kapal penyeberangan yang tenggelam Asdar kepada Koran Kaltim kemarin.
Dilanjutkannya, awalnya pihak keluarga langsng membentuk kepanitiaan setelah kejadian untuk mengevakuasi kendaraan ayng tenggelam, dengan melibatkan warga setempat serta para motoris kapal penyeberangan lainnya dan penyelam tradisional. Pembentukan panitia ini sebagai respon reaksi cepat dari pihaknya untuk segera mengangkat seluruh kendaraan bermotor yang tenggelam. “Kami langsung membentuk panitia setelah insiden ini untuk mengangkat sepeda motor tersebut,” ujarnya.
Setelah membentuk panitia, mereka pun langsung melanjutkan koordinasi dengan pihak terkait seperti pihak Dishub Kukar melalui Ketua ASDP Pelabuhan Mangkurawang Tenggarong Nopiar dan Kasat Reskrim Kepolisian Resor Kurtai Kartanegara Syafi’i Nur Nafsikin.
Koordinasi tersebut dimaksudkan mereka meminta izin untuk melakukan penyelaman dan sekaligus meminta pengamanan arus lalu lintas sungai di lokasi agar evakuasi yang mereka jalankan berjalan dengan lancar dan aman. Selama pencarian dua hari berturut-turut, akhrinya dihari kedua panitia mampu mengevakuasi seluruh kendaraan beserta kapal dan mesin cesnya. Setelah berhasil mendapatkan obyek yang dicari, panitia langusng menyerahkannya ke Posko insiden tabrakan kapal penyeberangan dan kapal nelayan di Desa Loa Raya.
“Ini semua atas inisiatif dari pihak keluarga, kami memiliki tanggung jawab moral terhadap semua korban yang sepeda motornya tenggelam karena insiden ini. Kami berharap dengan ditemukannya sepeda motor terseebut bisa lebih meringankan beban pihak korban,” ujar Asdar.
Dengan demikian, Asdar menepis anggapan selama ini yang menjalankan evakuasi adalah pihak tim evakuasi ayng tergabung dalam Satuan Tugas Koordinasi dan Pelaksana (Satkorlak) yang terdiri dari pihak Basarnas Balikpapan, Satpol PP, Dishub Kukar dan Polres Kukar dibawah Koordinas SAR Linmas Kerbangpollinmas Kukar. “Tidak benar itu mereka yang mengevakuasi, mereka (Satpol PP, SAR Linmas dan Dishub) hanya mengamankan lokasi saja, kami yang mengangkat motor-motor tersebut,” tegas Asdar.
Kendati begitu, Asdar berharap Pemkab membantu pihaknya karena mereka menganggap adalah korban. Terlebih pihak Kepolisian telah menetapkan pemilik kapal KMP Berkah Usaha sebagai tersangka. Sehingga tidak ada alasan bagi Pemkab untuk tidak membantu mereka. “Kami berharap Pemkab bisa membantu kami disini kami juga korban.
Lagi pula yang Polisi sudah menetapkan pemilik kapal sebagai tersangka,” harapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, semua kendaraan bermotor yang tenggelam bersama kapal penyeberangan tradisional dalam insiden tabrakan dengan kapal nelayan KM Berkah Usaha pada Sabtu (25/12) lalu, berhasil dievakuasi setelah dua hari tenggelam dengan kedalaman sekitar 8 meter. Tidak hanya itu saja, satu-satunya korban meninggal dunia atas nama Yuli Setiawan (32) juga berhasil ditemukan mengapung dihari kedua kemarin.
Delapan motor tersebut diantaranya seperti Yamaha Jupiter MX dengan nomor plat KT 5466 WC, Yamaha Mio Soul bernomor KT 5555 KL, Yamaha Mio Soul KT 5370 OG, Yamaha Vixion KT 6794 UK, Honda Supra KT 4421 UJ, dan Yamaha Vixion KT 6564 KD. Keberhasilan tersebut digawangi tim SAR Linmas Kerbangpolinmas Kukar bersama Dishub Kukar, Satpol PP Kukar, dan Basarnas Balikpapan maupun para penyelam tradisional dan warga Desa Loa Raya yang juga turut membantu menjalankan proses evakuasi dibawah koordinasi Kades Loa Raya, Ersya Herlian. (ale)
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar