Lambang

Saling berbagi dan bertukar Informasi Pengetahuan yang unik - unik

Follow Me and Like My Facebook,Please!!! =)THANKYOU(=

Follow Me and Like My Facebook,Please!!! =)THANKYOU(=

Minggu, 06 November 2011

Kabinet Hasil "Reshuffle" Telah Tercoreng

JAKARTA,

"Blunder" yang dibuat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam kebijakan pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat bagi terpidana korupsi serta terorisme telah mencoreng kredibilitas Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II hasil reshuffle atau perombakan kabinet.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu mengonsolidasikan lagi anggota KIB II agar blunder serupa tidak berulang," kata Bambang Soesatyo, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Minggu (6/11/2011), kepada Kompas.com di Jakarta.

Bambang menilai, kebijakan pengetatan remisi tanpa mengubah Undang-Undang No 12 Tahun 1995 dan Peraturan Pemerintah (PP) No 28 Tahun 2006 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan telah menggambarkan rendahnya kualifikasi penggagas kebijakan itu.

Langkah Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang belakangan menjelaskan bahwa maksud kata moratorium yang pernah diucapkannya adalah pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat, menurut Bambang, tidak mencerminkan sikap penuh tanggung jawab seorang pejabat tinggi negara.

"Cara Denny Indrayana meralat maksud kata moratorium yang pernah diucapkannya juga amat menyederhanakan masalah. Pasalnya, arti kata moratorium selama ini adalah pembekuan sementara. Tidak layak dan tidak pada tempatnya seorang pejabat publik bertindak 'suka-suka' seperti itu," tambah politisi dari Partai Golkar ini.

SUMBER: Kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar

Thumbnail Related Post blogger tutorials
Thumbnail Related Post blogger tutorials
Tiap Hari ISI Pulsa ke Orang lain??? Jalan Kaki Ke Depan Buat Beli Pulsa?? Butuh Pulsa Tengah Malam Tidak Ada Yang Jual, Padahal Lagi Butuh??? CAPEK DEH!!! =D, AYO!!! ISI Pulsa Sendiri Yuuk.. Praktis!!! Dimana saja kita butuh Pulsa, Kita Bisa ISI Sendiri.. Klik Gambar Di Bawah INI