Lambang

Saling berbagi dan bertukar Informasi Pengetahuan yang unik - unik

Follow Me and Like My Facebook,Please!!! =)THANKYOU(=

Follow Me and Like My Facebook,Please!!! =)THANKYOU(=

Minggu, 08 Januari 2012

Bisakah Pria Kena Kanker Payudara?

img
(Foto: thinkstock)
Dok, saya pria 18 tahun, di payudara sebelah kanan ada benjolan kecil. Kenapa ya Dok? Apa ini terindikasi penyakit kanker? Bagaimana cara menyembuhkannya? Terimakasih.

Amir (Pria Lajang, 18 Tahun), amirXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 171 Cm dan Berat Badan 65 Kg

Jawaban

Benjolan yang ditemukan pada payudara umumnya termasuk tumor, tetapi tumor dibagi tumor jinak misalnya kista dan tumor ganas yang dinamakan kanker.

Untuk mengetahui jenis dari tumor sebaiknya anda melakukan pemeriksaan seperti USG Mammae dan CEA153 dan hasilnya dapat dikonsultasikan dengan dokter kami.

Pada umumnya jika tumor tersebut adalah tumor jinak bisa dilakukan dengan cara pengobatan oral seperti obat herbal dan pemeriksaan rutin. Tetapi jika sudah berhubungan dengan tumor ganas atau kanker perlu ditindaklanjuti dengan pengobatan medis yang benar.

Pria memang bisa juga terkena kanker payudara meski pun kasusnya sangat jarang, yang mana gejala dan ciri-cirinya sama seperti yang dialami wanita. Jadi untuk memastikannya memang harus melalui pemeriksaan.

Prof. Dr. Li Yuan Zhong

Adalah dokter di Rumah Sakit Modern Hospital Cancer, Guangzhou yang merupakan rumah sakit swasta yang telah diakui Departement Kesehatan Pemerintah China, dibawah naungan yayasan group 'Bo Ai'.

Pusat konsultasi cabang di Jakarta ada di Gedung Menara Citicon Lantai 11 Blok C2, Jl. Jend S Parman kavling 72 slipi, Jakarta Barat. Nomer telepon: (021) 999 333 80, (021) 920 88881, (021) 2930 8708, (021), 2930 8709 0818197758.

Cabang Surabaya di Jl HR Muhammad 75A Surabaya, dan no telp 031-7315222.

SUMBER
READ MORE - Bisakah Pria Kena Kanker Payudara?

Akar yang Bisa Kurangi Gigi Berlubang dan Penyakit Gusi

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Licorice yang telah dikenal sebagai bahan utama permen sebenarnya juga memiliki manfaat untuk gigi dan gusi. Menurut sebuah studi baru dalam Journal of Natural Products, akar licorice dapat membantu menjaga kesehatan gigi.

"Senyawa yang ditemukan dalam akar kering dari tanaman licorice dapat membantu mencegah dan mengobati kerusakan gigi dan penyakit gusi," kata peneliti seperti dilansir dari WebMD, Senin (9/1/2012).

Tetapi menurut informasi yang disertakan dalam penelitian, apa yang dijual sebagai permen licorice di Amerika Serikat tidak lagi mengandung akar licorice, tetapi dengan minyak adas. Akar licorice, yang ditemukan di utara Cina daratan, telah menjadi bahan pokok dalam pengobatan tradisional Cina.

"Licorice digunakan dalam banyak resep herbal Cina sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan aktivitas bahan lainnya, mengurangi toksisitas, dan meningkatkan rasa," kata para peneliti.

Namun, akar licorice belum diuji secara luas di Barat. Menurut National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM), uji klinis dari bentuk injeksi akar licorice yang tidak tersedia di Amerika Serikat, telah menunjukkan efek menguntungkan terhadap hepatitis C.

"Namun, belum ada data yang cukup kuat untuk menentukan apakah licorice cukup efektif untuk banyak kondisi," kata para peneliti.

Hasil studi tersebut dapat membantu mengubah kesimpulan yang telah dibuat selama ini. Hasil penelitian tersebut akan menjadi berita baik karena kerusakan gigi adalah penyakit kronis yang paling umum di Amerika Serikat dan banyak negara lainnya.

Kedua senyawa dominan yang terdapat di licorice, yaitu licoricidin dan licorisoflavan A yang ditemukan paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang. Senyawa ini dan lainnya yang ditemukan di akar licorice juga dapat untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang berhubungan dengan periodontitis.

Periodontitis adalah penyakit peradangan yang dapat menghancurkan tulang, gusi, dan jaringan pendukung gigi. Meskipun ekstrak akar licorice mungkin terbukti bermanfaat, namun tidak ada risiko yang dilaporkan dalam penelitian yang telah dilakukan.

Menurut NCCAM, itu tidak diketahui apakah aman untuk mengambil suplemen akar licorice selama lebih dari 4-6 minggu. Bentuk suplemen, yang mengandung glycyrrhizin, dapat meningkatkan tekanan darah, kadar potasium rendah, dan menyebabkan retensi garam dan air ketika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Orang dengan tekanan darah tinggi atau penyakit jantung harus berhati-hati ketika menggunakan licorice, wanita hamil harus menghindari mengambil licorice sebagai suplemen dan tidak harus makan dalam jumlah besar licorice dalam makanan.

SUMBER
READ MORE - Akar yang Bisa Kurangi Gigi Berlubang dan Penyakit Gusi

1 Pasien Terduga Flu Burung Dirawat di RS Persahabatan

img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Dugaan flu burung pada manusia kembali muncul, kali ini di Jakarta Utara. Selain menelan korban seorang warga Tanjung Priok yang baru saja meninggal, seorang suspect flu burung lainnya saat ini juga masih dirawat di RS Persahabatan.

Pasien suspect atau terduga flu burung yang tengah dirawat di RS Persahabatan Rawamangun masih berkerabat dekat dengan Puguh Dwi yanto (23 tahun), korban meninggal di Tanjung Priok. Salah seorang dokter mengatakan, kondisi pasien berjenis kelamin perempuan ini relatif stabil.

"Benar, saat ini masih ada yang dirawat di RS Persahabatan. Kemenakannya kalau nggak salah, statusnya masih suspect dan kondisinya saat ini bagus," kata Dr Erlina Burhan, SpP(K), ahli paru dari RS Persahabatan saat dihubungi detikHealth, Senin (9/1/2012).

Dr Erlina menambahkan, pemeriksaan awal terhadap pasien suspect flu burung tersebut menunjukkan hasil negatif. Namun untuk menyimpulkan apakah benar-benar bebas dari flu burung, pasien ini masih dijadwalkan untuk menjalani 2 kali pemeriksaan lanjutan.

Sebelumnya, seorang warga Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Puguh Dwi yanto (23 tahun) dilaporkan meninggal dunia di RS Satya Negara, diduga karena flu burung. Ia meninggal pada Minggu (8/1/2012) dini hari, setelah mengalami panas demam berkepanjangan semenjak malam tahun baru.

Kabar jatuhnya korban meninggal akibat dugaan flu burung dibenarkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama. Namun belum bisa dipastikan ia meninggal karena flu burung karena masih menunggu hasil pemeriksaan.

"Iya saya sudah dengar, 1 korban laki-laki tapi saya lupa namanya dan di kawasan Jakarta Utara. Sekarang sedang menunggu hasil resmi laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kesehatan, Kemenkes," ujar Prof Tjandra Yoga saat dihubungi detikHealth sebelumnya.

RS Persahabatan memiliki ruang isolasi khusus untuk penanganan airborne disease yang juga untuk perawatan flu burung. Kekhususan ruang isolasi flu burung dibandingkan dengan ruang isolasi yang lain adalah menggunakan tekanan udara negatif atau lebih rendah dari tekanan udara di luar. Perbedaan ini membuat kuman-kuman flu burung lebih terkontrol, tidak mudah terhembus angin lalu menyebar ke luar.
(up/ir)

SUMBER
READ MORE - 1 Pasien Terduga Flu Burung Dirawat di RS Persahabatan

Obat Tekanan Darah Dapat Cegah Kerusakan Paru Akibat Merokok

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Obat tekanan darah yang sering diresepkan, yaitu losartan (Cozaar) ternyata bisa mencegah hampir semua kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh paparan asap rokok selama 2 bulan.

Para ilmuwan di Johns Hopkins telah berhasil membuktikannya pada penelitian yang baru diujicobakan pada tikus. Penelitian tersebut akan diteruskan pada penderita chronic obstructive pulmonary disease (COPD) yang terkait dengan merokok.

COPD merupakan konsekuensi jangka panjang merokok dan sampai sekarang, tidak ada perawatan potensial yang dikenal untuk mencegah atau memperbaiki kerusakan paru-paru tersebut.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa, losartan atau obat serupa dapat berfungsi sebagai pengobatan yang efektif untuk penyakit paru akibat merokok pada manusia. Dan karena obat ini sudah disetujui untuk digunakan di Amerika Serikat sebagai pengobatan yang aman dan efektif untuk hipertensi, menggabungkan obat tersebut ke dalam pengobatan COPD akan cukup cepat," kata Enid Neptunus, MD, seorang peneliti senior dan ahli paru di Johns Hopkins University School of Medicine seperti dilansir dari Epharmapedia, Minggu (9/1/2012).

Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation edisi 3 Januari 2012. Obat tersebut dianggap dapat menjaga dengan baik struktur dan fungsi paru-paru.

Pada orang dengan COPD, pernapasan menjadi sulit dan semakin memburuk, saluran udara kecil dan rongga udara yang mengalirkan oksigen melalui paru-paru dan ke dalam aliran darah dapat menjadi rusak. Dinding saluran nafas menebal dan lebih mudah terhambat oleh lendir, dan rongga udara kehilangan elastisitasnya.

Penelitian sebelumnya pada losartan telah menunjukkan bahwa, bagian dari kelas obat yang disebut angiotensin II antagonis reseptor, dapat memblokir aksi dari sinyal protein yang disebut transforming growth factor beta, atau TGF-beta. Penelitian lain menunjukkan bahwa, kadar TGF-beta meningkat pada sampel jaringan paru-paru dari perokok dengan COPD.

"Penelitian kami menunjukkan dua strategi yang berbeda untuk memblokir TGF-beta mencegah cedera paru-paru akibat asap rokok. Hal tersebut menunjukkan bahwa, jalur biologi TGF-beta mungkin menjadi kontributor utama perkembangan penyakit COPD," kata Neptunus.

Terjadi peningkatan kadar TGF-beta di paru-paru tikus yang terpapar asap rokok dan dalam sampel jaringan paru dari 8 perokok dengan COPD. Hasil analisis biokimia menunjukkan bahwa, tikus yang terpapar asap rokok mengalami peningkatan 4 kali lipat sinyal TGF-beta di paru-paru. Sinyal TGF-beta dalam paru-paru penderita COPD adalah 25 persen lebih besar dibandingkan pada perokok tanpa COPD.

Sambil terus diberi paparan asap tembakau, beberapa tikus diobati dengan dosis rendah dari losartan (0,6 gram per liter), atau dosis tinggi (1,2 gram per liter). Satu set tikus yang terpapar asap diberi antibodi penetralisir sinyal TGF-beta.

Para peneliti menemukan peningkatan besar dari ukuran kerusakan paru-paru. Terjadi penurunan penebalan dinding paru pada tikus yang diberi losartan.

Tikus yang diobati dengan losartan tidak menunjukkan tanda-tanda over-ekspansi paru dan tidak ada tanda-tanda deposisi kolagen meningkat, dan memiliki tingkat normal elastin-metabolizing enzymes dan fragmen protein dalam dinding kantung udara mereka.

Ukuran stres oksidatif, inflamasi, dan kematian sel juga lebih baik pada tikus diberi losartan.

Pendekatan ini merupakan langkah awal menuju pengobatan pribadi untuk penderita COPD. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat dan untuk menguji penggunaan obat tersebut pada manusia.

SUMBER
READ MORE - Obat Tekanan Darah Dapat Cegah Kerusakan Paru Akibat Merokok

Gadis 25 Tahun yang Belum Puber dan Belum Pernah Pakai Bra


img
Kate Quinn (dok. dailymail)
County Kilkenny, Irlandia, Di usia 25 tahun, seorang gadis harusnya sudah memiliki tubuh yang sempurna karena sudah melalui masa pubertas. Tapi hal itu tidak terjadi pada Kate Quinn yang menderita kondisi langka, yang membuatnya tak pernah melalui pubertas bahkan tak pernah pakai bra.

Kate Quinn (25 tahun) menderita kondisi langka yang disebut Caudal Regression Syndrome (CRS). Kondisi ini membuatnya seperti terperangkap di tubuh remaja usia 12 tahun yang belum pernah melalui masa pubertas, menstruasi teratur atau harus membeli bra.

Kondisi ini juga membuat tulang bawahnya belum berkembang dengan baik, sehingga jika berdiri tinggi gadis asal Co Kilkenny, Irlandia, ini hanya 144 cm. Kate Quinn bahkan diyakini satu-satunya wanita di Irlandia yang memiliki kondisi CRS.

Kini Quinn, yang mengatakan telah menghabiskan hidupnya sejak awal 20-an tahun untuk 'bersembunyi' dan hidup di 'limbo', telah meminta ahli medis untuk datang menyembuhkannya.

"Saya percaya tidak akan dapat menemukan cinta kecuali saya menjadi wanita 'sesungguhnya'," jelas Kate Quinn dari Mooncoin, Co Kilkenny, Irlandia, seperti dilansir Dailymail, Senin (9/1/2012).

Dokter mengatakan fakta bahwa ia tidak pernah melalui masa pubertas salah efek samping dari kondisi langkanya, tapi dokter tak bisa menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Hormon Quinn tidak bekerja dengan baik karena terkait dengan kondisi CRS. Untuk itu, dokter telah memberinya suntik hormon selama 7 tahun terakhir dalam upaya mendorong tubuhnya untuk mengalami pubertas. Sayangnya, usaha itu belum juga berhasil.

Bolak balik setiap hari ke rumah sakit juga membuat Quinn tak bisa mendaftarkan diri pada program kuliah ataupun mendapatkan pekerjaan.

"Semakin lama berlangsung, semakin terasa buruk karena pada usia 12 atau 14 tahun sayaberpikir bahwa tubuh saya akan berkembang, tapi sekarang di usia 25 tahun saya baru bertanya-tanya apakah ini terlambat," jelas Quinn.

Caudal Regression Syndrome (CRS) adalah kelainan langka di mana tulang punggung bagian bawah tidak berkembang dengan baik dan diperkirakan hanya mempengaruhi 1 dari 25.000 orang di seluruh dunia.

Kondisi ini dapat menyebabkan masalah medis termasuk tidak adanya sebagian dari tulang daerah ekor hingga malformasi dari panggul dan tulang belakang.

Kasus yang parah membuat penderitanya lumpuh dan dapat menderita inkontinensia (susah buang air besar). Beberapa penelitian telah berspekulasi bahwa kondisi ini mungkin berhubungan dengan kekurangan makanan, termasuk kurangnya asam folat.

SUMBER
READ MORE - Gadis 25 Tahun yang Belum Puber dan Belum Pernah Pakai Bra
Thumbnail Related Post blogger tutorials
Thumbnail Related Post blogger tutorials
Tiap Hari ISI Pulsa ke Orang lain??? Jalan Kaki Ke Depan Buat Beli Pulsa?? Butuh Pulsa Tengah Malam Tidak Ada Yang Jual, Padahal Lagi Butuh??? CAPEK DEH!!! =D, AYO!!! ISI Pulsa Sendiri Yuuk.. Praktis!!! Dimana saja kita butuh Pulsa, Kita Bisa ISI Sendiri.. Klik Gambar Di Bawah INI