MAKIN
PANJANG Menyusul merebaknya isu bakal terjadi kelangkaan bahan bakar
minyak, warga Tanjung Redeb pun kini harus antre untuk mendapatkan BBM,
sementara harga BBM eceran merangkak naik.
Jual Minyak Lampaui Batasan Harga
TANJUNG REDEB-Menanggapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang dalam beberapa hari ini, Wakil Bupati Berau Ir H Ahmad Rifai MM yang juga merupakan Ketua Tim Terpadu Penanggulangan BBM menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan pengecer yang menjual BBM di atas harga yang telah ditetapkan.
“Disini saya tegaskan, sebenarnya kuota BBM Kabupaten Berau setiap bulan aman dan tidak ada kendala pasokan. Banyaknya antrean yang terjadi saat ini diakibatkan karena kehawatiran masyarakat akan adanya kelangkaan BBM. Akibatnya masyarakat berbondong-bondong untuk mengantre dan menimbun BBM. Ada juga sebagian warga masyarakat yang menjadikan ini sebagai salah satu kesempatan untuk meraup keuntungan yang besar dengan menjual eceran melebihi harga yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Selain itu juga, tim nantinya akan melakukan evaluasi ulang ke setiap SPBU yang ada, karena tidak menutup kemungkinan SPBU melakukan hal yang tidak terpuji, sehingga perlu diberikan pengawasan yang lebih ketat lagi
“Saya berharap, dengan adanya isu yang tidak benar ini masyarakat Berau jangan langsung mengambil kesimpulan dengan yang macam-macam. Karena kita dari tim terpadu tidak akan tinggal diam dan selalu bekerja yang terbaik buat masyarakat. Kita tidak akan lagi pernah mengalami kelangkaan BBM dan itu semua bisa saya pastikan karena kita mendapat masukan BBM aktif dan tidak pernah telat selama ini.Ini semua terjadi, karena diduga ada pihak yang tidak bertanggung jawab, ingin mendapatkan keuntungan semata namun merugikan banyak orang,” pungkasnya.(sp)
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar