Menteri PU akan Audit Seluruh Jembatan Berusia di Atas 10 Tahun
Proyek perbaikan jembatan yang tengah dilangsungkan di Jembatan Mahakam II sejauh ini masih ditengarai menjadi penyebab runtuhnya jembatan kebanggaan Kukar tersebut pada Sabtu lalu. Ketika itu para pekerja dari PT Bukaka sedang melakukan pengencangan pada pengikat cable stayed jembatan.Kapolres Kukar AKBP I Gde Haryarsana mengaku sudah berkonsultasi dengan para staf ahli yang dibawa oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto ke Tenggarong. Kesimpulannya, ketika pekerjaan perbaikan tali jembatan sedang dilakukan, tidak boleh ada arus lalu lintas di atas jembatan.
“Seharusnya jembatan ditutup. Tidak boleh ada getaran ketika pengerjaan dilakukan. Getarannya membuat tali yang sedang di-setting goyang dan lepas,” kata Haryarsana.
Kabag Humas Pemkab Kutai Kartanegara, Sri Wahyuni menerangkan, Sabtu lalu adalah hari pertama kontraktor melakukan penyetelan ulang pada tali jembatan. Namun, saat proses dilakukan petugas tak menghentikan arus lalu lintas yang memasuki jam-jam sibuk. Petugas, katanya , hanya menutup sebagian badan jalan dan menjadikan jalur dua arah itu menjadi satu arah dengan sistem buka tutup.
“Jembatan tak sanggup menahan beban maksimal. Ditambah lagi kekuatan jembatan berkurang lantaran tali penyangganya sedang mengalami perbaikan,” ujarnya.
Kemudian badan jalan turun dan tiang penyangga kendor, sehingga mengurangi kekuatan jembatan. Sebelum terjadinya bencana memang sudah ada pergeseran dengan badan jalan. Sebab itu, dilakukan pemeliharaan jembatan untuk mengembalikan setingan jembatan seperti semula.
Sementara Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan ambruknya jembatan ini adalah insiden langka dalam sejarah konstruksi jembatan di Indonesia. “Langka, jarang-jarang ada jembatan 10 tahun bisa runtuh. Ya langka,” ujar Djoko.
Djoko Kirmanto tiba di lokasi bersama dengan Menkokesra Agung Laksono yang didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Djoko menegaskan, pihaknya akan menurunkan tim Badan Litbang Kementerian PU, untuk melakukan penyelidikan insiden ambruknya konstruksi jembatan tersebut. Ia menggarisbawahi, mustahil usia jembatan Kutai Kartanegara hanya berusia 10 tahun, dengan konstruksi baja. Ia pun akan melakukan penelitian atas kejadian ini.
“Kalau jembatan itu, usianya tidak mungkin hanya 10 tahun, mesti panjang. Untuk sebab itu kita belum melihat kenapa jembatan yang baru 10 tahun ini bisa runtuh,” tutup Djoko.
Dengan adanya kejadian ini, Menteri PU akan melakukan audit terhadap jembatan tua di seluruh Indonesia. “Akan dilakukan audit terhadap jembatan tua, khususnya yang berusia di atas 10 tahun,” katanya.
Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan audit teknologi terkait ambruknya jembatan ini Dengan demikian faktor penyebab ambruknya jembatan bisa diketahui secara detail.
“BNPB telah meminta BPPT untuk melakukan audit teknologi secepatnya terkait dengan runtuhnya jembatan, sehingga diketahui secara detail faktor penyebab runtuhnya dan rekomendasi teknis lainnya,” ujar Juru Bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroh.
Mabes Polri juga menduga adanya kelalaian dalam pengerjaan perbaikan jembatan ini sehingga menyebabkan bangunan itu ambruk. Untuk menyelediki hal itu, Polri juga bekerjasama dengan ahli konstruksi dari Institut Tekonologi Bandung (ITB). “Ahli konstruksi dari ITB untuk melakukan audit proses konstruksi jembatan tersebut. Atau ada yang terlewatkan saat pengerjaan perbaikan itu,” ujar Kabagpenum Polri, Kombes Boy Rafli Amar.
Dalam penyelidikan, lanjut Boy, pihaknya akan melihat apakah ada kelalaian atau pekerjaan yang tertinggal saat jembatan itu diperbaiki. “Nanti akan dievaluasi apakah fakta dapat diduga pelanggaran hukum atau tidak,” ujar Boy.
Ditanya apakah dalam penyelidikan Polri juga akan memanggil pihak pemerintah, Boy menjawab, “Nanti kita lihat urgensinya.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar