Korban Selamat Dirawat di Aula RSU AM ParikesitHingga pukul 22.00 Wita, empat korban jembatan runtuh di Tenggarong ditemukan meninggal dunia. Keempat korban adalah Agus (25) warga Jalan Danau Aji, Tenggarong, Fairuz (19) warga Jalan Danau Aji, Tenggarong, Alisyah (1,6) warga Loa Kulu dan Fadlan (16) warga Tenggarong Seberang.
Sementara 21 korban selamat yang mengalami luka-luka saat ini dirawat di Rumah Sakit AM Parikesit Tenggarong. Jumlah korban kemungkinan masih bertambah karena tim penyelamat gabungan SAR masih melakukan pencarian di sepanjang Sungai Mahakam dekat lokasi kejadian.
Kepanikan tampak terlihat di rumah sakit, khususnya di ruang UGD. Banyak dari warga yang kebingungan mencari keluarganya dengan mencari daftar nama di loket UGD.
Petugas yang melayani sibuk mengarahkan para warga tersebut. Pasalnya, kebanyakan korban selamat yang hanya menderita luka ringan, dikumpulkan di aula rumah sakit yang dibuat bersekat-sekat. Sedangkan yang luka berat di rawat di beberapa ruang perawatan.
Sebagian besar dari korban selamat tampak syok, begitu juga dengan keluarga yang dating membesuk. Ada beberapa korban selamat yang masih kehilangan keluarga lain karena belum ditemukan. Mereka sebelumnya satu kendaraan saat peristiwa naas itu terjadi.
”Ini keponakan saya, waktu itu dia sama ayah ibunya beserta kedua kakaknya hendak ke Samarinda naik mobil Xenia warna hijau. Saat melintas di tengah-tengah jembatan, tiba-tiba jembatan runtuh. Saat ini baru keponakan Alisyah (1,6) yang baru ditemukan, tapi sudah meninggal. Sedangkan ayah ibu dan kedua kakaknya hingga kini belum ditemukan,” kata Ijum warga Loa Kulu yang merupakan bibi Alisyah.
Kemudian, salah satu korban yang selamat bernama Adam Nur (40) warga Melak, Kubar saat ditemui mengatakan, ketika itu dirinya sedang naik mobil carteran Xenia dengan tujuan Kutim. Saat ban mobil baru masuk ke jembatan tiba-tiba jembatan langsung ambruk.
”Waktu itu di dalam mobil ada lima orang termasuk saya dan sopir. Ketika jembatan ambruk mobil langsung masuk ke dalam sungai, tapi ketika itu mobil timbul lagi ke permukaan dan kaca mobil pecah. Saat kaca mobil pecah, semua penumpang langsung keluar dari jendela dan terakhir saya,” kata pria asal Sulawesi ini.
Untuk posisi waktu di dalam mobil, jelas pria yang kerja di PT Pama ini, saat itu dirinya duduk di jok tengah sebelah kiri berdua penumpang lain. Di depannya sopir dan penumpang lain. Sementara di belakangnya ada satu penumpang lagi.
Sementara, Ramli, paman Agus korban meninggal dunia, mengatakan, keponakanya (Agus) sebelumnya izin mau mengerjakan tugas kelompok bersama temanya Mahasiswa Unmul Fakultas TI di Samarinda. Tak ada firasat apa-apa sebelumnya atas kejadian yang menimpa keponakannya itu.
“Dia izin ke Samarinda, bilangnya ada tugas kelompok. Kami tak tahu jika akhirnya (ada musibah) begini,” kata Ramli dengan mata berkaca-kaca.
Salah seorang pekerja perbaikan jembatan, Yusuf terlihat masih syok atas kejadian yang menimpanya. Dia tak bisa bicara saat diwawancarai malam tadi. Namun, informasi yang dihimpun, di rumah sakit, rekan Yusuf lainnya berjumlah sembilan orang. Tujuh lainnya belum ditemukan atau masih dalam pencarian.
Dari pihak rumah sakit, Dr Singgih, spesialis bedah mengatakan, pihak rumah sakit mengerahkan 30 perawat untuk menagani korban selamat atau luka-luka. Kebanyakan korban luka-luka ditangani dengan baik dan cepat oleh petugas rumah sakit. Penanganan dilakukan seperti operasi patah tulang dan pengobatan luka ringan.
Sementara dari 21 korban luka, empat korban di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena lukanya tidak serius. Sedangkan 17 korban luka lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar