BALIKPAPAN- PT Pertamina Unit Pemasaran (UPMs) Regional Kalimantan memprediksikan kelebihan kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis premium bersubsidi hingga penghujung tahun ini akan mencapai angka 5 persen. Sementara realisasi kuota BBM jenis premium bersubsidi kini telah mencapai 95 persen, per Januari hingga bulan September lalu.
Menurut Manager External UPMs Regional Kalimantan, Bambang Irianto kecenderungan peningkatan tersebut telah diprediksikan jauh hari sebelumnya berdasarkan pola konsumsi masyarakat Kaltim untuk berbagai jenis BBM bersubisidi, yaitu premium, kerosene atau minyak tanah dan solar.
“Realisasi kuota Kaltim untuk premium bersubsidi mencapai 412.037 kiloliter (kl), sementara estimasi atau perkiraan kuota dalam satu tahun mencapai 549.383 kl. Jatah subsidi dari pemerintah 521.838 kl. Sementara dalam anggaran perubahan jumlah kuota ditingkatkan menjadi 542.434 kl,” jelasnya, Kamis (18/11).
Ia menjelaskan, saat ini penyaluran BBM solar bersubsidi juga mengalami peningkatan, dimana realisasi solar bersubsidi mencapai 91 persen. Jika dilihat dalam angka, solar bersubsidi tersebut mencapai 179.097 kl dari estimasi kuota 238.763 kl tahun ini. Dalam anggaran perubahan, kuota solar bersubsidi juga meningkat dari 217.786 kl mencari 238.679 kl.
“Penurunan penggunaan kerosene atau minyak tanah di Kaltim juga terjadi seiring dengan kegiatan konversi minyak tanah yang kini dialihkan pada penggunaan elpiji, dari kouta 38.003 kl realisasinya hingga bulan September tahun ini hanya mencapai 28.502 kl,” tegas Bambang.
Ia menambahkan, dalam prakteknya realisasi penyaluran BBM premium bersubsidi masih menemui kendala saat ini, kendati telah melakukan beberapa upaya pertemuan dengan pihak-pihak terkait agar tepat sasaran kepada masyarakat.
“Sebenarnya rumus pengamanan BBM premium bersubsidi tersebut bisa diatasi, namun dari segi kebijakan dan sinergi antara Pertamina, kepolisian dan pemerintah setempat masih kurang,” pungkasnya.(pie)



0 komentar:
Posting Komentar