Sutarman menambahkan kesulitan tersebut karena jarak pandang menyelam untuk mencari para korban hanya 30 hingga 52 meter saja.
"Kesulitan daya lihat pandang menyelam zero, hanya bisa meraba 30 sampai 52 meter," paparnya, Selasa (29/11/2011).
Agar petugas yang menyelam tidak khawatir saat mencari korban, sambung Sutarman, pihaknya meminta kepada Kementrian Pekerjaan Umum untuk segera merobohkan tiang penyangga yang masih berdiri. Hal ini penting agar para petugas yang menyelam tidak khawatir terkena tiang penyangga tersebut.
Sutarman menambahkan jembatan tersebut ambruk sepanjang 270 meter lalu masuk ke dalam sungai dan mengakibatkan kendaraan dan orang yang tengah melintas terjebak dan tenggelam ke dalam sungai.
Hingga kini, sambung Sutarman, pihaknya terus melakukan investigasi. Namun dia belum berani mengatakan apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa tersebut.
"Tim kita masih bekerja. Jembatan ketika itu dikerjakan oleh tujuh orang dan enam orang di antaranya belum ditemukan. Kita cari tahu apakah itu sudah mulai dikerjai (perbaikan jembatan) atau masih dalam tahap persiapan. Kalau iya mengapa tidak ditutup? Itu info awal untuk mengungkap apa yang terjadi," paparnya.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar