Ini nih pertanyaan yang sering menghantui para calon blogger saat
memilih platform pertama kalinya…. mendingan WordPress atau Blogspot?
Mana yang lebih bagus? Saya pribadi sih pake WordPress pas pertama kali
ngeblog. Tapi juga sering mampir dan liat komen-komen orang yang sedang
atau pernah pake Blogspot. Dan inilah beda keduanya….
Mendingan WordPress atau Blogspot? Jawabannya, tergantung!
Kalo Anda ingin blogging 100% karena hobi, pengen tampilan blog yang cantik-cantik, dan search engine friendly, WordPress jawabannya. Hanya saja kekurangan WordPress ini adalah nggak mengizinkan komersialisasi blog. Kalo ketahuan menyelipkan adsense atau affiliate link, habislah kena banned.
Kalo sejak semula tujuan Anda ngeblog adalah cari duit tapi belum modal buat bayar hosting dan beli domain, ya Blogspot tempatnya. Karena Anda bisa bebas pasang adsense, mempromosikan produk-produk afiliasi, ikutan paid review, dll.
Hanya saja saya sih sarankan Anda hati-hati aja kalo pake Blogspot. Saya punya temen dekat yang pake Blogspot dan menghasilkan duit lumayan dari paid review, Amazon dll, bahkan dapat PR 2, ehhh……suatu hari setelah 2 tahun ngeblog, dihapuslah blognya itu sama Google dengan alasan “melanggar TOS”. Ilang deh semua sumber penghasilannya. Dan yang nyebelin, Google selalu pake alasan “melanggar TOS” ke semua webmaster yang blognya didelete. Nggak pake peringatan pula.
Pas keliling-keliling Google, lucunya ada orang yang blogspotnya dihapus dengan alasan “berkomentar di blog lain dengan tujuan menaikkan ranking blog di posisi search engine”. Padahal orang itu hanya komen di 5 blog aja….dan blog dia baru saja memperoleh PR 4. Waduhh? Yang lebih tragis ada yang dihapus blog Blogspotnya padahal blog itu sudah menghasilkan dia $500 per bulan. Nggak selalunya blog komersial yang menderita hal ini. Ada seorang penulis di HubPages melaporkan blog dia 100% blog aktivis, nggak pernah iklan-iklan, dan isinya hanya menyerukan kesadaran pro-lingkungan. Eh, dihapus juga tanpa peringatan.
Pola-pola yang Thee baca sih, rata-rata blog itu dihapus setelah berumur 2 – 5 tahun.
Di sisi lain, Thee jalan-jalan ke blogosphere dan insya Allah belum pernah ada pemilik WordPress yang blognya dihapus tanpa alasan kayak insiden Blogspot. Ada blogger yang Thee tahu usia blog WordPress-nya udah 6 tahun dan tetap bertahan. Makanya, penghapusan brutal blog sepertinya bukan isu di WordPress.
Tapi yang ngeselin di WordPress.com gratisan adalah, larangan mengkomersialisasi blog!
Tapi percaya atau nggak, ada sih sebenernya cara buat ngakalin Mas WordPress supaya kita nggak kena banned pas melakukan komersialisasi blog. Caranya gampang nih Thee kasih tahu temen-temen : Pertama, jangan tulis blog dalam bahasa Inggris. Dua, jangan ada link-link yang menunjukkan kita mengkomersialisasikan blog seperti link afiliasi, link referral, paid review, dll.
Terus gimana kalo kita kepengen mengomersialkan blog kita yang di WordPress? Gampang…..jualan aja produk. Tapi tulis di sana “Yang berminat membeli produk ABC ini silakan hubungi nomor handphone XYZ, silakan setor ke rekening blahblahblah….”. Kalo produknya produk digital kayak ebook, bilang ke pembaca kalo “ebook Anda akan dikirim lewat email setelah Anda confirm pembayaran”.
WordPress hanya men-detek komersialisasi blog lewat hyperlink. Selama kita nggak pake hyperlink “panas” yang nunjukin kita jualan di blog, kita bakalan aman. Kalo nggak percaya, tengok aja blog-blog bahasa Indonesia yang pake WordPress untuk mengiklankan toko kue, hotel, villa, toko baju, dll. Tapi mereka aman-aman aja tuh dari serbuan satpamnya Mas WordPress
Good luck and happy blogging!
SUMBER
Mendingan WordPress atau Blogspot? Jawabannya, tergantung!
Kalo Anda ingin blogging 100% karena hobi, pengen tampilan blog yang cantik-cantik, dan search engine friendly, WordPress jawabannya. Hanya saja kekurangan WordPress ini adalah nggak mengizinkan komersialisasi blog. Kalo ketahuan menyelipkan adsense atau affiliate link, habislah kena banned.
Kalo sejak semula tujuan Anda ngeblog adalah cari duit tapi belum modal buat bayar hosting dan beli domain, ya Blogspot tempatnya. Karena Anda bisa bebas pasang adsense, mempromosikan produk-produk afiliasi, ikutan paid review, dll.
Hanya saja saya sih sarankan Anda hati-hati aja kalo pake Blogspot. Saya punya temen dekat yang pake Blogspot dan menghasilkan duit lumayan dari paid review, Amazon dll, bahkan dapat PR 2, ehhh……suatu hari setelah 2 tahun ngeblog, dihapuslah blognya itu sama Google dengan alasan “melanggar TOS”. Ilang deh semua sumber penghasilannya. Dan yang nyebelin, Google selalu pake alasan “melanggar TOS” ke semua webmaster yang blognya didelete. Nggak pake peringatan pula.
Pas keliling-keliling Google, lucunya ada orang yang blogspotnya dihapus dengan alasan “berkomentar di blog lain dengan tujuan menaikkan ranking blog di posisi search engine”. Padahal orang itu hanya komen di 5 blog aja….dan blog dia baru saja memperoleh PR 4. Waduhh? Yang lebih tragis ada yang dihapus blog Blogspotnya padahal blog itu sudah menghasilkan dia $500 per bulan. Nggak selalunya blog komersial yang menderita hal ini. Ada seorang penulis di HubPages melaporkan blog dia 100% blog aktivis, nggak pernah iklan-iklan, dan isinya hanya menyerukan kesadaran pro-lingkungan. Eh, dihapus juga tanpa peringatan.
Pola-pola yang Thee baca sih, rata-rata blog itu dihapus setelah berumur 2 – 5 tahun.
Di sisi lain, Thee jalan-jalan ke blogosphere dan insya Allah belum pernah ada pemilik WordPress yang blognya dihapus tanpa alasan kayak insiden Blogspot. Ada blogger yang Thee tahu usia blog WordPress-nya udah 6 tahun dan tetap bertahan. Makanya, penghapusan brutal blog sepertinya bukan isu di WordPress.
Tapi yang ngeselin di WordPress.com gratisan adalah, larangan mengkomersialisasi blog!
Tapi percaya atau nggak, ada sih sebenernya cara buat ngakalin Mas WordPress supaya kita nggak kena banned pas melakukan komersialisasi blog. Caranya gampang nih Thee kasih tahu temen-temen : Pertama, jangan tulis blog dalam bahasa Inggris. Dua, jangan ada link-link yang menunjukkan kita mengkomersialisasikan blog seperti link afiliasi, link referral, paid review, dll.
Terus gimana kalo kita kepengen mengomersialkan blog kita yang di WordPress? Gampang…..jualan aja produk. Tapi tulis di sana “Yang berminat membeli produk ABC ini silakan hubungi nomor handphone XYZ, silakan setor ke rekening blahblahblah….”. Kalo produknya produk digital kayak ebook, bilang ke pembaca kalo “ebook Anda akan dikirim lewat email setelah Anda confirm pembayaran”.
WordPress hanya men-detek komersialisasi blog lewat hyperlink. Selama kita nggak pake hyperlink “panas” yang nunjukin kita jualan di blog, kita bakalan aman. Kalo nggak percaya, tengok aja blog-blog bahasa Indonesia yang pake WordPress untuk mengiklankan toko kue, hotel, villa, toko baju, dll. Tapi mereka aman-aman aja tuh dari serbuan satpamnya Mas WordPress
Good luck and happy blogging!
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar