Lambang

Saling berbagi dan bertukar Informasi Pengetahuan yang unik - unik

Follow Me and Like My Facebook,Please!!! =)THANKYOU(=

Follow Me and Like My Facebook,Please!!! =)THANKYOU(=

Sabtu, 26 November 2011

Kemuliaan Hati Seorang Tukang Becak

Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya

sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi

pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan

jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara

memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk

membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa

membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil

jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an

anak tak mampu.

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya

menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6

tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat

belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah

dari para ibu yang tertolong jasanya.

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat

sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi

perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil

jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan

kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal.

Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.

Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya

tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di

mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti

cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan

sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah

menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak

yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya

mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada

pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena

kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500

yuan atau setara dengan Rp 675.000.

Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan

atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau

selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li

meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.

Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar

biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung.

Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama

dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak

terperikan.

SUMBER

0 komentar:

Posting Komentar

Thumbnail Related Post blogger tutorials
Thumbnail Related Post blogger tutorials
Tiap Hari ISI Pulsa ke Orang lain??? Jalan Kaki Ke Depan Buat Beli Pulsa?? Butuh Pulsa Tengah Malam Tidak Ada Yang Jual, Padahal Lagi Butuh??? CAPEK DEH!!! =D, AYO!!! ISI Pulsa Sendiri Yuuk.. Praktis!!! Dimana saja kita butuh Pulsa, Kita Bisa ISI Sendiri.. Klik Gambar Di Bawah INI