| Ilustrasi |
Nasib sial dialami dua pria ini asal Madura. Mereka harus dilarikan ke
Rumah Sakit Umum Pamekasan, pada Minggu siang, karena mengalami luka
bacok akibat ulah orang gila yang tiba–tiba mengamuk.
Dua korban tersebut adalah seorang tokoh desa KH Jauhari dan H Abdullah. Keduanya warga Desa Bujur Tengah, Tamberu, Pamekasan, Jawa Timur.
Sedangkan orang gila tersebut juga merupakan warga setempat. Dia langsung kabur entah ke mana dan sekarang sedang dalam proses pencarian aparat setempat dan masyarakat. Warga khawatir, orang gila itu akan kembali meresahkan warga dan membacok orang.
Menurut Abdullah, saat itu dia dan Kiai Jauhari baru saja pulang dari kantor Kecamatan Tamberu untuk melakukan foto KTP. Baru turun dari mobil angkutan umum, tiba tiba datang orang gila yang lansung megayunkan celurit dan membacok sang kiai.
“Setelah membacok Pak Kiai, kemudian orang gila tersebut membacok saya, yang saat itu berusaha merebut clurit dari orang gila itu,” kata Abdullah, Minggu (27/11/2011).
KH Jauhari diketahui mengalami luka bacok di bagian kepala, pinggul bagian belakang, serta lengan sebelah kiri. Sedangkan Abdullah mengalami luka bacok di lengan sebelah kanan sebanyak tiga kali, karena berusaha menangkis celurit dengan tangan kosong.
Karena kedua korban tersebut mengalami luka bacok cukup serius, setelah mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas setempat keduanya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pamekasan Madura yang berjarak sekitar 70 kilometer.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar