TENGGARONG- malam tadi Keluarga Bubuhan Banjar Kaltim (KBBKT) Kukar mengadakan istigotsah atau doa bersama untuk memanjatkan harapan kepada Allah agar para korban diampuni dan musibah yang sama tak terulang lagi. Doa bersama dilakukan di Masjid Al Muttaqin, Timbau Tenggarong semalam.
Hamliansyah yang memimpin doa tersebut berharap agar para keluarga korban diberi ketabahan dan petugas evakuasi diberi kekuatan serta keselamatan. “Mudah-mudahan korban yang hilang bisa segera ditemukan,” ujarnya.
Mitra Kukar Mania (Mitman) juga tengah berduka. Muhammad Fairuz, salah seorang korban tewas adalah salah satu pengurus Korwil Mitman Muda. Sedangkan warga Kukar yang juga anggota fans klub sepakbola asal Kukar tersebut juga belum ditemukan. Untuk mengenang korban, pada laga perdana Mitra Kukar vs PSMS Medan dan Mitra Kukar vs PSAP Sigli, 4-8 Desember nanti di Medan, seluruh Mitman akan memakai pita hitam di lengan kanan.
“Itu sebagai tanda belangsungkawa dan penghormatan kami kepada korban,” ujar Ketua Mitman, Roni Fauzan kemarin.
Mitman juga menggelar syukuran, tahlilan dan doa tolak bala tadi malam di Wisma PKK Tenggarong. Ditanya kenapa menggelar syukuran, Roni katakan Mitman patut bersyukur karena 10 menit setelah bus yang mengangkut para pemain Mitra Kukar dari Tenggarong Seberang, jembatan itu runtuh. Dengan begitu mereka terhindar dari bencana.
Asisten Pelatih Mitra Kukar Kardok mengatakan, anak asuhannya tersebut dalam kondisi baik walaupun ada sebagian dalam keadaan trauma. Tim pelatih terus berusaha terus memotivasi skuad Naga Mekes agar kembali tegar dan siap menghadapi laga Perdananya melawan PSMS. “Anak-anak sempat down, makanya kita langsung bubarkan latihan sore itu setelah mendengar kabar jembatan tersebut ambruk, padahal anak-anak baru saja memasang sepatu untuk latihan,” ujar Kardok kendati demikian, dirinya yakin Pieree Njangka dkk tetap konsentrasi menghadapi PSMS.
SUMBER
Hamliansyah yang memimpin doa tersebut berharap agar para keluarga korban diberi ketabahan dan petugas evakuasi diberi kekuatan serta keselamatan. “Mudah-mudahan korban yang hilang bisa segera ditemukan,” ujarnya.
Mitra Kukar Mania (Mitman) juga tengah berduka. Muhammad Fairuz, salah seorang korban tewas adalah salah satu pengurus Korwil Mitman Muda. Sedangkan warga Kukar yang juga anggota fans klub sepakbola asal Kukar tersebut juga belum ditemukan. Untuk mengenang korban, pada laga perdana Mitra Kukar vs PSMS Medan dan Mitra Kukar vs PSAP Sigli, 4-8 Desember nanti di Medan, seluruh Mitman akan memakai pita hitam di lengan kanan.
“Itu sebagai tanda belangsungkawa dan penghormatan kami kepada korban,” ujar Ketua Mitman, Roni Fauzan kemarin.
Mitman juga menggelar syukuran, tahlilan dan doa tolak bala tadi malam di Wisma PKK Tenggarong. Ditanya kenapa menggelar syukuran, Roni katakan Mitman patut bersyukur karena 10 menit setelah bus yang mengangkut para pemain Mitra Kukar dari Tenggarong Seberang, jembatan itu runtuh. Dengan begitu mereka terhindar dari bencana.
Asisten Pelatih Mitra Kukar Kardok mengatakan, anak asuhannya tersebut dalam kondisi baik walaupun ada sebagian dalam keadaan trauma. Tim pelatih terus berusaha terus memotivasi skuad Naga Mekes agar kembali tegar dan siap menghadapi laga Perdananya melawan PSMS. “Anak-anak sempat down, makanya kita langsung bubarkan latihan sore itu setelah mendengar kabar jembatan tersebut ambruk, padahal anak-anak baru saja memasang sepatu untuk latihan,” ujar Kardok kendati demikian, dirinya yakin Pieree Njangka dkk tetap konsentrasi menghadapi PSMS.
SUMBER



0 komentar:
Posting Komentar