Secara
umum, susu terdiri dari kandungan air sebanyak 87 persen dan sisanya
atau sekitar 13 persen adalah padatan. Padatan dalam susu dapat dibagi
lagi menjadi lemak, karbohidrat, protein, mineral dan vitamin. Kandungan
protein dalam susu terbagi menjadi dua fraksi, yaitu whey (20
persen) dan kasein (80 persen). Menurut Made, kedua jenis protein
tersebut berbeda dan memiliki peran penting bagi tubuh kita.
Whey adalah protein yang terlarut dalam serum susu pada tingkat keasaman (pH) 4.6 dan suhu 20 derajat celcius. Kandungan whey di antaranya adalah beta lactoglobulin, alpha lactalbumin, immunoglobullin, lactoferrin, dan lainnya.
"Whey begitu banyak manfaatnya. Misalnya beta lactoglobulin yang merupakan komponen terbesar dari whey, berguna untuk menstimulasi asam lemak bebas yang tidak menyebabkan kegemukan," kata Made dalam acara Temu Ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Jakarta Kamis, (21/4/2011).
Sedangkan
kasein, lanjut Made, merupakan sumber asam amino dari suatu protein.
Manfaat kasein di antaranya adalah untuk mencegah hipertensi,
menstimulasi pembentukan energi, pertahanan terhadap bakteri dan virus,
serta mengatur pertumbuhan di titik-titik tumbuh.
Selain
menjadi sumber protein yang baik, susu juga memiliki kandungan lemak
yang penting bagi kesehatan. Fungsi lemak pada susu, kata Made,
mempunyai beragam fungsi, bahkan dapat berperan dalam mencegah suatu
penyakit.
Pada anak-anak, konsumsi susu juga menjadi penting karena dapat membantu pertumbuhan otak
yang sedang tumbuh dan berkembang. "Salah satu bahan baku penting untuk
kecerdasan otak adalah kolesterol yang terkandung dalam lemak susu,"
ujarnya. Dalam lemak susu, lanjut Made, terkandung beberapa fraksi di
antaranya fosfolipid dan fosfatidil kolin yang berfungsi untuk
meningkatkan kemampuan belajar dan memori anak.
Selain membantu perkembangan otak, lemak susu juga berfungsi sebagai anti kanker
usus besar, dimana dapat meningkatkan apoptosis sel kolonik mutan.
Lemak susu juga mendukung pertumbuhan bakteri baik (bersifat prebiotik,
sebagai antihipertensi, antidiabetik dan imunomodulator.)



0 komentar:
Posting Komentar